Suara Perlawanan Andrie Yunus yang Jadi Korban Teror Air Keras: Panjang Umur Perjuangan
Adrianus Adhi April 04, 2026 11:32 AM

SURYA.co.id - Aktivis KontraS, Andrie Yunus, tetap menyuarakan semangat perjuangan meski menjadi korban penyiraman air keras oleh empat prajurit TNI.

Saat dirawat intensif di RSCM, ia menegaskan teror tidak akan melemahkan komitmennya untuk melanjutkan perjuangan.

Lewat rekaman suara yang diunggah di Instagram @kontras_update pada 1 April 2026, Andrie menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan publik yang terus mengalir.

Ia menegaskan bahwa dukungan tersebut menjadi sumber kekuatan untuk menghadapi teror yang dialaminya.

“Halo kawan-kawan, terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang pengecut,” ujarnya.

Andrie menutup pernyataannya dengan seruan lantang: “Aluta continua, panjang umur perjuangan,”

Saat ini Andrie Yunus masih terbaring di ruang HCU RSCM, dengan larangan kunjungan demi menjaga privasi dan ketenangan pasien.

Pihak rumah sakit menegaskan hak pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu, serta perlindungan terhadap privasi.

Selama 23 hari sejak peristiwa penyiraman, Andrie menjalani perawatan intensif. Dukungan dari keluarga, rekan, dan masyarakat sipil terus mengalir, memperkuat semangatnya untuk tetap tegar.

Baca juga: Rekam Jejak Danpuspom TNI yang Keluar Lewat Pintu Belakang Usai Beri Keterangan Kasus Andrie Yunus

Kondisi Medis dan Penanganan

Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Jane Rosalina, mengungkapkan Andrie telah menjalani tiga kali operasi.

Kornea matanya mengalami penipisan, dan dinding bola mata diduga jebol. Kondisi ini ditangani oleh tim dokter RSCM yang terdiri dari berbagai spesialis.

“Per 28 Maret kemarin sudah operasi yang ketiga kalinya dan Andrie ditemukan bahwa kornea matanya mengalami penipisan. Kemudian juga dinding bola matanya mengalami dugaan jebol,” ucap Jane dikutip dari Tribunnews.

Tim medis melakukan tindakan darurat berupa operasi mata, penambalan jaringan, penambahan amnion, pengangkatan jaringan rusak, hingga cangkok kulit.

Kondisi disebut mulai menunjukkan perbaikan meski luka bakar yang dialami cukup tebal di beberapa bagian tubuh.

“Yang akhirnya mata Andrie sudah dioperasi dan sudah ditambal dan juga sudah mengalami beberapa kali penanganan medis lainnya,” jelas Jane.

Selain itu, dokter melakukan rekonstruksi wajah dan bedah kulit untuk menangani luka bakar. Proses ini menunjukkan betapa seriusnya dampak serangan tersebut terhadap kondisi fisik Andrie.

Proses Hukum Dilimpahkan ke TNI

Polda Metro Jaya menyatakan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus kini ditangani Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI. Seluruh berkas perkara dan barang bukti telah dilimpahkan sesuai prosedur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan pelimpahan dilakukan sesuai aturan.

“Saat ini kewenangan penyidik Polda Metro Jaya sudah sampai di situ, menyerahkan hasil penyelidikan dan barang bukti secara digital,” ujarnya.

Meski demikian, kepolisian tetap membuka kemungkinan terlibat kembali jika ditemukan pelaku dari kalangan sipil.

“Kalau ada keterlibatan sipil, tentu menjadi kewenangan kepolisian untuk menindaklanjuti,” tandasnya.

Pelimpahan kasus ini menegaskan bahwa proses hukum terhadap prajurit TNI berada di bawah kewenangan militer. Namun, publik menunggu transparansi dan akuntabilitas agar kasus tidak berhenti di tengah jalan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.