MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Oknum warga yang menjadi fasilitator perusahaan justru menunjukkan sikap yang mendukung proyek PLTSa.
Saat ditemui, ia menjelaskan PLTSa tak memberi dampak buruk terhadap masyarakat sekitar.
Ia beralasan pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan pihak PLTSa atau PT SUS.
Bahkan ia mengaku pernah diboyong PT SUS ke Tiongkok bersama beberapa orang dari perwakilan Pemerintah Kota Makassar untuk melihat proyek serupa yang telah beroperasi.
"Saya sudah diajak ke China lihat-lihat dan aman saya lihat, " ujarnya, Senin (22/12/2025).
Hasil kunjungan yang difasilitasi PT SUS itu membuat dirinya yakin PLTSa akan memberi dampak baik.
Isu pencemaran juga dinilai tak memberi dampak buruk.
"Saya satu harian di sana (China), istirahat, kita tidak pernah dengar suara (bising), bau, padahal di tengahnya itu pabrik (PLTSa) ," katanya.
Sepulangnya dari studi banding, kedua oknum warga mulai bergerak aktif menyampaikan dukungan terhadap rencana pembangunan PSEL di lingkungan tempat tinggal mereka, dimulai dari keluarga terdekat.
Oknum warga itu berharap PLTSa nantinya bisa membuat denyut perekonomian berjalan dengan baik.
Termasuk memberdayakan masyarakat sekitar untuk tenaga kerja.
Soal tudingan potensi pencemaran, ia tak mampu memberi penjelasan rinci.
Termasuk dirinya yang tak mendapatkan penjelasan detail dari PT SUS terhadap potensi dampak lingkungan.
Ia hanya beranggapan, dampak lingkungan PLTSa hanya sebesar satu hingga dua persen.
Tidak menimbulkan bau, kebisingan, maupun pencemaran setelah beroperasi.
Sementara hal baiknya, masyarakat bisa mendapatkan bantuan sembako (beras), perbaikan infrastruktur jalan, hingga bantuan pendidikan untuk anak sekolah di Tamalanrea. Ia juga menyebut, akan ada subsidi pembayaran listrik untuk warga Makassar.
Ia mengakui, pembagian daging pernah dilakukan PT SUS saat momen Hari Raya Kurban.
Kemudian terkait pemberian insentif kepada beberapa warga yang pro PLTSa juga diakuinya.
Kata dia, mereka dipekerjakan PT SUS sebagai security atau tim keamanan, termasuk untuk membersihkan kawasan rencana proyek.
"Bantuan hewan kurban apa salahnya dibagikan, namanya bertetangga (PT SUS dan warga). Kalau yang gaji itu kan memang bekerja, setiap hari sekuriti jaga, ada yang membersihkan juga," tegasnya mengatakan.
Baca juga: Diperkuat Pernyataan Guru Besar Unhas, Alasan Warga Tamalanrea Terusik Proyek PLTSa
Pengumuman pemenang tender PLTSa dilakukan Desember 2023 dengan nomor pengumuman 110/Pamil-PSEl/MKS/XII/2023.
Proyek dimenangkan oleh konsorsium 4, SUS Indonesia Holding Limited, Shanghai SUS Environment Co,Ltd., Grand Puri Indonesia.
Setelah pengumuman tersebut, pemenang tender harus mendirikan mitra pelaksana KSPI berdasarkan hukum Indonesia.
Lahirlah PT Sarana Utama Synergy (SUS), perusahaan ini menempatkan alamatnya di Hotel Grand Puri Perintis, Jl Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar.
Kemudian perjanjian kerjasama ditandatangani oleh Wali Kota Makassar pada waktu itu, Mohammad Ramdhan Pomanto bersama CTO of Sus Shanghai, Jiao Xuejen, serta Direktur Utama PT Sarana Utama Synergy, Yee Wai Kuen dan disaksikan Asisten Deputi Energi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Ridha Yasser, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Selasa (24/09/2024).
Rencana proyek PLTSa akan berdiri di Kawasan Grand Eterno Jl Ir Sutami, Kelurahan Bira Kecamatan Tamalanrea.
Proyek ini berkontrak dengan nilai investasi USD 200 juta atau Rp3 triliun lebih.
Pabrik ini diklaim akan menghasilkan energi listrik berkapasitas 26 hingga 35 megawatt (MW).(bersambung)