TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menjadwalkan Launching Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) di Aula Jayang Tingang Lantai II Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (20/2/2026) siang.
Lanching ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat yang berhak menerima bantuan.
Menjelang lanching tersebut, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menegaskan agar distribusi bantuan dilakukan secara akurat dan tepat sasaran.
Ia menyoroti pentingnya sinergi antarinstansi serta kelancaran arus informasi guna mencegah kendala saat implementasi di lapangan.
“Ini penting agar tepat sasaran. Tanpa kebersamaan, koordinasi, dan informasi yang baik, permasalahan di lapangan sulit diantisipasi,” ujar Agustiar, Kamis (19/2/2026).
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan melalui KHBS akan dilaksanakan dalam cakupan luas.
Bahkan, menurutnya, program ini berpotensi menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah bantuan sosial di Kalimantan Tengah.
“Pembagian ini dilakukan dalam skala besar, mungkin terbesar dalam sejarah Kalimantan Tengah,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa pelaksanaan program tidak dipengaruhi perbedaan latar belakang apa pun.
Bantuan, kata dia, diberikan murni berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.
“Tidak ada perbedaan partai, suku, atau agama. Bantuan akan diberikan kepada mereka yang berhak menerimanya,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kalimantan Tengah, Rangga Lesmana menjelaskan, mekanisme teknis penyaluran bantuan yang akan memanfaatkan mesin Electronic Data Capture (EDC).
Pemanfaatan perangkat tersebut dimaksudkan untuk menjamin proses klaim dan pencairan berlangsung transparan serta tercatat secara digital dalam sistem.
“Petugas penyalur memanfaatkan mesin ini untuk layanan klaim Bantuan Kartu Huma Betang Sejahtera kepada Keluarga Penerima Manfaat,” jelas Rangga.
Ia menerangkan, mesin EDC dilengkapi sejumlah fitur, mulai dari menampilkan jenis bantuan, mencairkan dana, mencatat log transaksi, hingga memblokir kartu apabila diperlukan.
Baca juga: Distribusi Bertahap Program Kartu Huma Betang Sejahtera Targetkan 1.500 Titik Tersebar di Kalteng
Baca juga: Launching Kartu Huma Betang Sejahtera 20 Februari, Pemprov Buka Kanal Laporan Warga Belum Terdata
“Setiap transaksi tercatat dalam sistem, sehingga memudahkan pemantauan dan pengawasan penyaluran bantuan di lapangan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rangga menyebut fitur pemindaian kartu pada perangkat tersebut akan membantu memastikan keabsahan penerima bantuan sekaligus menekan potensi kekeliruan.
“Dengan pemindaian kartu dan pencatatan digital, risiko kesalahan dapat diminimalkan,” pungkasnya.