TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Seorang warga Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan Riau ketakutan ketika melihat ular piton berukuran besar hendak memangsa ternaknya tepat saat sahur, Jumat (20/2/2026) subuh.
Warga bernama Rusdi itu curiga setelah mendengar suara ribut dari belakang rumahnya, tepat dari kandang bebek.
Ketika itu ia baru selesai sahur sekita jam 03.30 wib. Kemudian Rusdi keluar dan mengecek situasi di dalam kandang.
Ia terkejut melihat ular piton sepanjang 3 meter telah merangkak masuk ke kandang ternak bebek miliknya.
Namun lantaran tidak berani menghadapi binatang liar itu sendirian, ia akhirnya menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pelalawan.
"Regu yang sedang piket turun ke lokasi setelah medapat laporan dari masyarakat subuh tadi. Anggota baru selesai bersantap sahur," ungkap Kepala Dinas Damkar Pelalawan, Indra Putra kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (20/2/2026).
Empat personil Damkar yang dipimpin Komandan Regu (Danru) Joni Iskandar meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Terusan Baru, Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Pangkalan Kerinci.
Tim Damkar membawa peralatan berupa stiker ular, sarung tangan, karung, alat pelindung diri, dan lainnya.
Setelah tiba di rumah Rusdi, petugas menuju ke belakang dan mengepung kandang bebek. Tampak satu ekor bebek sudah mati dan ular sanca sebagai pelakunya tidak kelihatan lagi.
Baca juga: Warga Pelalawan Meregang Nyawa Usai Dipatuk Ular Kobra Saat Memasak
Ternyata bersembunyi di bawah kandang, dekat dengan mesin dompeng.
"Sebelum menghubungi Damkar, korban sempat mengusir sendiri ujarnya. Mungkin itu yang membuat ular sembunyi. Tapi bebeknya belum sempat dimangsa, baru kena lilit sampai mati," tambah Indra Putra.
Personil Damkar yang dibekali teknik menangkap ular langsung beraksi menggunakan peralatannya.
Tidak butuh waktu lama, ulan bermotif batik itu dapat direscue dan diamankan ke dalam karung sekitar pukul 04.55 wib.
Piton sepanjang 3 meter itu dibawa ke markas Damkar untuk kembali dirilis ke habitat aslinya yang jauh dari pemukiman penduduk. Diduga ular tersebut dari semak belukar yang ada di sekitar belakang rumah Rusdi. Apalagi ada ternak yang menjadi pakan hewan menjalar itu.
"Saat musim hujan memang banyak satwa yang keluar dari sarangnya, karena basah dan berair. Masyarakat harus waspada dan segera hubungi kami jika butuh bantuan," pungkasnya.
Apabila membutuhkan bantuan dari tim Damkar, masyarakat cukup menghubungi call centre Damkar Pelalawan pada nomor 08117671113. Regu yang sedang piket akan segera turun ke lokasi.
(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)