Polisi berhasil menangkap seorang maling spesialis hotel mewah berinisial NW. Dia modusnya bergabung dalam kegiatan seminar hotel, berbaur dengan peserta lain, dan saat ada kesempatan dia akan 'membungkus' barang-barang berharga dan kabur.
Dikutip dari detikNews, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, mengatakan, Senin (16/2) pelaku masuk mengenakan pakaian rapi seperti pekerja, serta mengenakan lanyard dan batik untuk mengelabui korban.
"Pelaku diduga menyasar kegiatan seminar atau pertemuan di hotel berbintang. Ia masuk dengan penampilan rapi layaknya pekerja kantoran, mengenakan batik dan lanyard, serta membawa tas, sehingga leluasa mengambil barang korban yang ditinggal tanpa pengawasan," kata Budi.
Menyikapi kasus ini, General Manager Mercure Jakarta Cikini, Yuni Manicha, langsung bergerak cepat mengevaluasi sistem keamanan hotel yang dipimpinnya. Dia mengingatkan kepada semua stafnya untuk aware dengan tamu dan perketat keamanan.
"Yang kasus kemarin itu memang itu bukan kasus baru ya. Jadi, di perhotelan itu 2010 dulu sudah marak banget. Dan sebenarnya sebelum kasus itu kita sudah review mengenai SOP kita di sini. Setelah berita pencurian kemarin, saya langsung share ke tim, kita langsung perketat lagi penjagaan," kata Yuni kepada detikTravel, Kamis (19/2/2025).
Salah satu langkah yang dilakukan Mercure Jakarta Cikini untuk menjamin keamanan dan kenyamanan tamu yang berkegiatan MICE di hotel yaitu mengunci pintu ruangan saat istirahat. Juga pemantauan di CCTV diperketat.
"Satu adalah kita pastikan semua meeting room kami itu dalam kondisi terkunci pada saat semua tamu-tamu sedang break. Kemudian yang kedua, penjagaan dari tim security. Kami punya ruang CCTV dan kita pantau . Jadi pergerakan manusia di semua public area itu kami kontrol, kami lihat, termasuk juga dengan gestur ya," tambah Yuni.







