SRIPOKU.COM - Memasuki hari kedua di bulan suci Ramadan, umat Muslim kian memantapkan niat untuk menjalani ibadah sebulan penuh.
Tak sekadar menahan lapar dan dahaga, Ramadan adalah momentum emas untuk memperbanyak interaksi dengan Sang Pencipta melalui doa-doa khusus.
Tujuan utama ibadah di bulan ini sebagaimana tertulis dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 183, yang menegaskan bahwa puasa adalah panggilan bagi orang-orang beriman agar mereka menjadi hamba yang bertakwa.
Baca juga: Bolehkah Berenang Saat Puasa? Ini Hukum Berenang Saat Puasa Menurut Syekh Ibnu Hajar
Selama Ramadan, setiap muslim dianjurkan berlomba-lomba mengumpulkan pahala. Rasulullah SAW bersabda:
"Di bulan ini (Ramadan) nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah."
Untuk memaksimalkan ibadah, berikut adalah bacaan doa khusus untuk hari kedua puasa Ramadan:
Bacaan Doa Puasa Ramadan Hari Ke-2
Teks Arab:
اللَّهُمَّ قَرَّبْنِي فِيْهِ إِلَى مَرْضَاتِكَ وَجَنَّبْنِي فِيْهِ مِنْ سَخَطِكَ وَنَقِمَاتِكَ وَوَفِّقْنِي فِيْهِ لِقِرَانَةِ آيَاتِكَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Teks Latin:
Allâhumma qarribnî fîhi ilâ mardhâtika wa jannibnî fîhi min sakhatika wa naqimâtika wa waffiqnî fîhi liqirâ-ati âyâtika birahmatika yâ arhamar râhimîn.
Artinya:
"Ya Allah! Mohon dekatkanlah aku kepada keridhaan-Mu dan jauhkanlah aku dari kemurkaan serta alasan-Mu. Mohon berilah aku kemampuan untuk membaca ayat-ayat-Mu dengan rahmat-Mu, Wahai Maha Pengasih dari semua yang Pengasih."
Makna dan Keutamaan Doa Hari Ke-2
Doa pada hari kedua ini mengandung tiga poin utama yang sangat esensial bagi seorang hamba:
1. Memohon Kedekatan pada Ridha Allah
Ridha Allah adalah tujuan tertinggi seorang Muslim. Dengan memohon didekatkan pada keridhaan-Nya, kita berharap setiap aktivitas selama puasa—baik bekerja maupun beribadah—selalu dalam bimbingan dan kasih sayang Allah.
2. Berlindung dari Kemurkaan-Nya
Ramadan adalah momentum untuk bertaubat. Doa ini menjadi perisai agar kita dijauhkan dari perbuatan maksiat atau lalai yang dapat memancing kemurkaan Allah SWT.
3. Semangat Membaca Al-Qur'an (Tadarus)
Pada bagian akhir doa, kita meminta taufiq agar mampu membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an. Ramadan sering dijuluki Syahrul Qur'an (Bulan Al-Qur'an), sehingga doa ini menjadi penyemangat agar kita tidak sekadar mengejar target khatam, tetapi juga meresapi makna di dalamnya.
Amalan Penunjang di Hari Kedua
Selain membaca doa di atas, para ulama menganjurkan agar di hari kedua ini kita mulai menata kembali niat agar tidak sekadar menjadi rutinitas.
Memperbanyak zikir dan sedekah subuh menjadi pelengkap yang sempurna untuk mengiringi puasa kita.
Semoga di hari kedua Ramadan ini, hati kita kian jernih dan langkah kita kian ringan menuju rida-Nya. Amin.***