Laporan Wartawan TribunJabar.id, Nazmi Abdurrahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meminta setiap orang tua siswa, sekolah dan siswanya untuk menandatangani surat pernyataan larangan membawa motor, menggunakan knalpot brong, hingga konsumsi minuman keras untuk pelajar tahun ajaran baru 2026/2027.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jabar, Purwanto, mengatakan surat tersebut nantinya harus ditandatangani di atas materai oleh sekolah, orangtua, dan peserta didik.
"Kita akan lakukan itu pada tahun ajaran baru 2026/2027. Akan ada surat pernyataan yang harus ditandatangani sekolah, orangtua, dan siswa," ujar Purwanto, Jumat (20/2/2026).
Dikatakan Purwanto, sekolah pada dasarnya hanya membantu orangtua dalam mendidik anak. Sehingga, harus ada kesamaan sikap antara sekolah dan orangtua.
Baca juga: Kesaksian Korban TPPO asal Cianjur ke Dedi Mulyadi, Ungkap Modus Operandi Tempat Hiburan Pub Eltras
Menurut Purwanto, secara etika dan pendidikan, perilaku seperti merokok, tawuran dan lain sebagainya tidak pantas dilakukan pelajar. Maka, perlu ada kesepakatan tertulis dari semua pihak.
"Sedangkan tuntutan masyarakat secara etik dan pedagogik tidak menerima anak-anak pelajar pada merokok. Nah sehingga untuk membuat kesamaan pandangan, langkah itu mesti ada kesepakatan," ucapnya.
Purwanto menambahkan, pada tahun ajaran 2025/2026 sekolah sebenarnya sudah membuat perjanjian dengan orangtua. Namun mulai 2026/2027, akan dilakukan evaluasi terhadap hasil tahun sebelumnya.
"(Surat pernyataan) akan menjadi persyaratan kita dalam penerimaan siswa baru," katanya.
Selain itu, dalam pengawasan siswa Disdik Jabar juga telah menggunakan Sistem Aplikasi Pelajar Pancawaluya untuk mencatat pelanggaran siswa. Jika pelanggaran sudah berat dan menumpuk, siswa bisa mendapat penanganan khusus sesuai aturan.
"Nah, itu akan terakumulasi, ada bintang pelanggarannya. Ada beberapa tahapan, bila kondisi merah anak-anak seperti ini akan direferal yang membutuhkan penanganan khusus," katanya.
Baca juga: Respons Dedi Mulyadi Soal Hasil Survei Kinerjanya Capai 95,5 Persen, Ungkap Sejumlah PR Gubernur
Purwanto mengatakan, salah satu bentuk penanganan khusus tersebut adalah pembinaan di barak militer. Namun, tidak semua siswa akan dikirim ke sana.
"Itu nanti yang membutuhkan penanganan khusus akan dikirim ke barak militer. Harus ada referal dari kami (Disdik)," katanya.