Mas Rusdi Tekankan Peran Strategis Bapenda di Tengah Tekanan Fiskal
Haorrahman February 20, 2026 02:52 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo membuka Forum Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 dan Forum Perangkat Daerah RKPD 2027 Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pasuruan, Kamis (20/2/2026), di Hotel Dalwa Syariah Bangil.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Administrasi Umum Diana Lukita Rahayu, Kepala Bapperida Bakti Jati Permana, serta jajaran pejabat dan staf Bapenda.

Forum itu juga menjadi momen penanda purna tugas Kepala Bapenda Kabupaten Pasuruan, Lilik Widji Asri.

Dalam sambutannya, Bupati Rusdi menyampaikan apresiasi atas pengabdian Lilik Widji Asri selama memimpin Bapenda.

Baca juga: Awal Ramadhan, PDI Perjuangan Pasuruan Gelar Silaturahmi ke Sejumlah Ponpes

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Bapenda atas kontribusinya dalam mendukung pembangunan daerah.

Mas Rusdi, sapaan akrabnya, menegaskan, Bapenda memegang peran strategis di tengah kondisi fiskal daerah yang menantang.

Berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat, menurutnya, harus diantisipasi dengan penguatan pendapatan asli daerah (PAD).

“Bapenda ini sektor yang kita harapkan bisa mensubstitusi ketika transfer ke daerah berkurang. Tanpa pendapatan yang kuat, perencanaan pembangunan tidak akan berjalan,” ujarnya.

Baca juga: Belum Kantongi Izin Lengkap, Komisi III DPRD Pasuruan Minta Proyek Pengurukan di Winongan Dihentikan

Ia menambahkan, perencanaan yang disusun Bapperida tidak akan efektif tanpa dukungan ketersediaan anggaran.

Karena itu, optimalisasi pendapatan daerah menjadi kunci keberlanjutan program pembangunan.

Selain penguatan pendapatan, Rusdi juga meminta jajaran Bapenda bekerja secara cerdas dan cermat agar target yang ditetapkan dapat selaras dengan target kementerian.

Evaluasi terhadap kekurangan, kata dia, harus dijadikan bahan koreksi untuk perbaikan kinerja ke depan.

Menurutnya, sejumlah daerah saat ini mengalami keterbatasan fiskal akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.

Baca juga: Pasuruan United Dapat Suntikan Rp 3 M Dari Perusahaan PMA Asal Malaysia Untuk Putaran Nasional

Kondisi tersebut menuntut perangkat daerah, khususnya Bapenda, untuk beradaptasi dan meningkatkan kinerja.

“Karena keterbatasan fiskal, kita harus bekerja lebih cerdas. Pelayanan kepada masyarakat juga harus semakin cepat,” tegasnya.

Mas Rusdi juga menyoroti pentingnya reformasi birokrasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Pemerintah daerah, lanjutnya, tidak boleh tertinggal dalam inovasi pelayanan dan pengelolaan keuangan daerah.

“Birokrasi harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Kalau tidak, kita akan tertinggal dari daerah lain,” katanya.

Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan berharap perencanaan pembangunan tahun 2026 dan 2027 dapat disusun secara partisipatif, realistis.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.