Polres Bangka Selatan Buru Pelaku Penyiraman Air Keras di Toboali
Asmadi Pandapotan Siregar February 20, 2026 04:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Aksi teror penyiraman air keras terhadap warga Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan ( Basel ), M Rosidi, mendapat respons cepat dari kepolisian. Usai laporan diterima, aparat kini memburu dua pelaku yang diduga membuntuti dan menyiram korban di Jalan Ampera, Selasa (17/2/2026) malam.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Bangka Selatan, Iptu GJ Budi menyatakan, kasus penyiraman air keras yang menimpa M. Rosidi telah ditangani pihak kepolisian. Penyidik saat ini telah bergerak secara masif melakukan penyelidikan secara intensif. Pendalaman dilakukan untuk mengidentifikasi pelaku sekaligus mengungkap motif di balik aksi penyiraman tersebut.

“Polres Bangka Selatan memang sudah menerima laporan dari keluarga korban,” kata Iptu GJ Budi kepada Bangkapos.com, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya, penyelidikan difokuskan pada identifikasi pelaku dan pengungkapan motif. Seluruh satuan fungsi dilibatkan guna mempercepat proses pengungkapan. Polisi juga mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.

Kepolisian memastikan proses penyelidikan terus berjalan. Pihaknya berkomitmen menuntaskan kasus penyiraman air keras yang terjadi di wilayah Toboali tersebut.

“Sampai saat ini Polres Bangka Selatan sedang melakukan penyelidikan,” ujar GJ Budi.

Telapak kaki hingga betis tampak dibalut perban putih tebal. Balutan perban juga terlihat pada bagian paha, hingga pergelangan tangan menutupi area yang memerlukan perawatan. Sejumlah luka terbuka berwarna hitam sesekali terlihat dari balik balutan perban tersebut. Sudah sejak semalam M. Rosidi menjalani perawatan intensif setelah menjadi korban penyiraman air keras oleh sejumlah orang tak dikenal (OTK).

“Sudah sejak semalam dirawat di rumah sakit,” kata dia kepada Bangkapos.com, Rabu (18/2/2026).

M. Rosidi mengungkapkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.06 WIB. Kala itu dirinya baru saja beranjak dari Warung Kopi (Warkop) 77 di Toboali menggunakan mobil miliknya merek Suzuki Ertiga warna merah marun. Dengan kondisi kaca pintu samping kanan mobilnya terbuka, membiarkan udara malam masuk.

Sesampainya di persimpangan lampu merah Ampera dua orang datang mendekat. Sepeda motor matik melaju pelan. Tak ada sapaan, tak ada peringatan. Dalam hitungan detik, cairan disiramkan ke arah tubuhnya. Seketika rasa panas menyambar, cepat dan menyakitkan.

Rosidi yang masih berada di balik kemudi ketika cairan itu mengenai tubuhnya. Ia merasakan panas yang berbeda, menyengat dan membuat kulit terasa terbakar. Dua orang tak dikenal itu langsung tancap gas, meninggalkan lokasi.

“Pelakunya ada dua orang, berboncengan menggunakan sepeda motor matik,” jelas M. Rosidi.

Dia menduga, para pelaku sudah membuntutinya sejak dirinya berada di Warkop 77. Hal itu turut diperkuat dengan rekaman sejumlah kamera pengawas yang ada di sepanjang ruas jalan tersebut. Rosidi pun turut mengaku tidak ada percakapan ataupun interaksi sebelumnya dengan orang yang tidak dikenal di lokasi kejadian.

Akibat siraman air keras tersebut, ia mengalami sejumlah luka bakar di beberapa bagian tubuh. Mulai dari pipi kanan, kedua tangan dan bagian kaki. Luka paling parah berada pada bagian lutut, paha hingga selangkangan mengalami luka bakar. Hingga kini dirinya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. 

Tim medis terus melakukan observasi terhadap kondisi luka bakar yang dialaminya guna mencegah infeksi serta dampak lanjutan. Dirinya pun telah menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Ia berharap aparat segera mengungkap pelaku serta motif di balik aksi teror yang menimpanya.

“Saya sudah laporkan kasus ini ke kepolisian. Semoga kasus ini segera terungkap,” ucapnya. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.