TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Memasuki bulan suci Ramadhan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Kalimantan Timur memastikan stok bahan pokok di pasaran tetap aman dan harganya stabil.
Hal itu dipastikan melalui pengawasan terpadu terhadap jalur distribusi, ketersediaan stok hingga harga yang beredar di pasaran.
Petugas Pengawas Barang dan Jasa DPPKUKM Kaltim, Gunadi, menyebut pasokan yang cukup adalah kunci utama agar harga tidak bergejolak.
"Menjaga pasokan itu penting, karena pasokan yang cukup akan mengendalikan harga. Kami melakukan pengawasan intensif terhadap harga eceran dan harga acuan," ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Gunadi bilang, pengawasan ini dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pintu masuk distribusi sampai ke meja pedagang di pasar tradisional dan ritel modern.
Baca juga: Pemkot Samarinda Sidak Harga dan Stok Bahan Pokok Jelang Lebaran, Beras Aman 5 Bulan ke Depan
Bersama Satuan Tugas Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan serta Tim Pengawasan Terpadu, mereka menyisir beberapa daerah mulai dari Samarinda, Balikpapan, Bontang, hingga Kutai Kartanegara dan Kutai Timur.
Di setiap lokasi, kata dia, petugas memeriksa kelengkapan izin edar, kondisi fisik produk, tanggal kedaluwarsa, hingga kesesuaian label pada produk yang dijual.
Harga eceran pun turut dicek agar tidak ada yang menjual di atas harga acuan yang sudah ditetapkan.
Hasilnya, bahan-bahan pokok yang paling banyak dicari warga selama Ramadan masih dalam kategori stabil.
"Hingga saat ini sejumlah komoditas utama seperti beras, daging, dan cabai terpantau dalam kondisi aman dengan harga yang relatif stabil," kata Gunadi.
Tak berhenti di pengawasan lapangan, Gunadi menambahkan, DPPKUKM Kaltim juga terus berkomunikasi dengan para distributor dan pelaku usaha agar pasokan tidak tersendat sampai menjelang Idulfitri nanti.
Baca juga: DPRD Balikpapan Pastikan Harga dan Stok Bahan Pokok Stabil Jelang Ramadan 2025
Di sisi lain, warga juga diajak untuk menjadi pembeli yang bijak dengan tidak memborong barang secara berlebihan hanya karena panik.
"Masyarakat diimbau untuk berbelanja sesuai kebutuhan, tidak melakukan pembelian berlebihan, serta lebih teliti dalam memilih produk," pungkasnya. (*)