BANGKAPOS.COM -- Inilah sosok dan rekam jejak Sony Sonjaya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, yang belakangan menjadi sorotan publik.
Namanya ramai diperbincangkan setelah membalas unggahan Instagram Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, dengan emoji yang dianggap kontroversial.
Respons tersebut muncul di tengah derasnya kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan BGN.
Unggahan Tiyo Ardianto di akun @tiyoardianto_ pada Rabu (18/2/2026) yang menampilkan komentar Irjen Pol Sony Sonjaya pun viral dan menarik perhatian warganet.
Baca juga: DPRD Babel Dorong Penyempurnaan Sistem Kemitraan PT Timah, Yogi: Jangan Sampai Mitra Dirugikan
Dalam peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Gudang Ketahanan Pangan di Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026), Sony Sonjaya menjadi salah satu penerima tanda kehormatan dari Presiden Prabowo Subianto. Ia dianugerahi Bintang Jasa Pratama atas kontribusinya dalam penguatan ketahanan gizi masyarakat.
Penghargaan tersebut juga diterima Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo. Penganugerahan ini menandai peran Sony dalam mendukung implementasi kebijakan pemenuhan gizi nasional, termasuk melalui Program MBG.
Sony kerap hadir dalam rapat konsolidasi dan pembahasan arah kebijakan MBG di berbagai daerah, seperti Aceh dan Lampung. Fokusnya meliputi penyusunan standar operasional, penetapan prioritas sasaran seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, serta penguatan pelibatan masyarakat dan penggunaan produk lokal.
Lahir di Bandung pada 20 Oktober 1967, Sony merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 1991.
Ia menempuh pendidikan lanjutan di Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim), serta Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, yang membentuk fondasi keahliannya di bidang manajemen keamanan dan perencanaan strategis.
Kariernya di Polri mencakup sejumlah jabatan strategis, antara lain Kapolres Majalengka dan Kapolres Bandung pada 2011, Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat pada 2012, hingga berbagai posisi di Bareskrim Polri dan Polda Aceh.
Ia pernah menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh (2020) dan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh (2021), sebelum dipercaya mengemban jabatan perencanaan operasional di Bareskrim.
Sejak 2025, Sony dipercaya sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi.
Pada tahun yang sama, ia juga sempat menjabat sebagai Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN.
Di lembaga tersebut, ia bertanggung jawab mengoordinasikan aspek operasional dan distribusi Program Pemenuhan Gizi Nasional, termasuk pelaksanaan MBG, serta memimpin Tim Verifikasi BGN guna memastikan proses berjalan presisi, transparan, dan sesuai target.
Selama berdinas, ia menerima sejumlah tanda kehormatan, di antaranya Satyalancana Pengabdian 8 Tahun (1996), Satyalancana Dwidya Sistha (1996), Satyalancana Pengabdian 16 Tahun (2007), dan Satyalancana Pengabdian 24 Tahun (2017).
(Tribunnewsmaker.com/Tribunnews.com/Bangkapos.com)