TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Aktivitas mencuci pakaian di kos di Jalan G Obos VII, Palangka Raya, mendadak berubah mencekam setelah seorang penghuni menemukan seekor ular piton bersembunyi di bawah mesin cuci, Jumat (20/2/2026).
Ular dengan panjang kurang lebih satu meter dan diameter sekitar tiga per empat inci itu ditemukan saat penghuni kos hendak membersihkan lantai yang berlumut sebelum mencuci pakaian.
Jafung Analis Kebakaran DKPP Kota Palangka Raya, Sucipto mengatakan, pihaknya menerima laporan dari penghuni kos yang hendak mencuci pakaian.
“Sebelum mencuci, ia berniat membersihkan lumut di lantai menggunakan sikat. Namun saat akan mengambil sikat, pelapor melihat seekor anak ular piton berada di bawah mesin cuci,” ujar Sucipto.
Melihat keberadaan ular tersebut, pelapor terkejut dan mengurungkan niatnya untuk membersihkan area tersebut.
Ia kemudian menghubungi rekannya untuk menceritakan kejadian yang dialami, sebelum akhirnya melapor ke Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya.
Menurut Sucipto, saat ditemukan ular terlihat diam dan tidak bergerak, seolah-olah mati.
“Diduga ular tersebut sedang menunggu mangsa, seperti tikus rumah, agar tidak menimbulkan kecurigaan,” jelasnya.
Dalam waktu kurang lebih 30 menit, ular piton berhasil diamankan.
Meski sempat melakukan perlawanan, ular tersebut akhirnya dapat dijepit menggunakan alat penjepit khusus ular.
Setelah berhasil diamankan, ular piton dimasukkan ke dalam karung untuk kemudian dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya yang jauh dari permukiman warga.
Terpisah, sebelumnya Jafung Analis Kebakaran DKPP Kota Palangka Raya, Sucipto menjelaskan, meningkatnya laporan kemunculan ular tidak terlepas dari kerusakan lingkungan dan perubahan ekosistem, yang kian mempersempit ruang hidup satwa liar.
“Lahan-lahan terbuka yang dulunya menjadi habitat ular dan hewan lain sekarang sudah berubah menjadi kawasan permukiman. Ruang hidup mereka terdesak,” kata Sucipto.
Ia menjelaskan, hamparan lahan kosong yang sebelumnya menjadi tempat hidup satwa kini telah berubah menjadi ribuan rumah demi memenuhi kebutuhan manusia.
Akibatnya, rantai ekosistem terganggu dan memaksa hewan-hewan tersebut mendekat ke lingkungan permukiman.
“Kalau dulu mereka menjauh dari manusia, sekarang justru datang karena sumber makanan lebih banyak di sekitar rumah warga,” kata Sucipto.
Menurutnya, sisa makanan manusia yang dibuang sembarangan menarik tikus untuk datang.
Tikus tersebut kemudian menjadi mangsa alami ular, sehingga keberadaan ular di sekitar rumah warga semakin sering ditemukan.
Sebagai langkah pencegahan, DKPP mengimbau masyarakat untuk memperkuat pengamanan rumah agar tidak mudah dimasuki ular.
Baca juga: Ular Piton 4 Meter Mangsa Ayam Warga Jalan Mahir Mahar Palangka Raya
Baca juga: Ular Sering Masuk Permukiman Warga Kota Cantik, Begini Penjelasan DKPP Palangka Raya
“Celah atau lubang di bawah pintu harus ditutup. Ventilasi udara, terutama keramik angin, perlu diberi penutup. Rumah yang tidak menggunakan plafon sebaiknya dipasangi plafon,” ucapnya.
Ia juga menyarankan penggunaan penyaring pada saluran air di kamar mandi dan toilet, baik di bagian dalam maupun luar, termasuk penutup pipa dan saluran pembuangan di area pencucian piring.
“Lingkungan juga harus selalu dijaga kebersihannya. Jangan berpikir itu tanah tetangga lalu dibiarkan. Kelengahan di satu titik bisa berdampak ke rumah yang dihuni manusia,” pungkasnya.