Heran Ada Toilet Liar di Atas Saluran Air Pedestrian Jl Dr Sardjito, Hasto Wardoyo: Perilaku Jahat
Yoseph Hary W February 20, 2026 05:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM - Pembersihan kawasan pedestrian di Jalan Prof. Dr. Sardjito, dari aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) jasa jahit dan permak jeans masih meninggalkan pekerjaan rumah.

Berbagai kendala, seperti tumpukan material sisa bangunan semi permanen, aksi vandalisme, sampai pelanggaran sanitasi serius, dijumpai di lokasi yang bertahun-tahun dipadati lapak liar itu.

Toilet liar di atas saluran air

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, yang memimpin langsung giat gotong royong di Jalan Prof. Dr. Sardjito, Jumat (20/2/26) pagi, menemukan fakta memprihatinkan terkait keberadaan toilet liar di atas saluran air.

Menurutnya, lubang WC pada bekas bangunan lapak yang pembuangannya langsung menuju ke selokan tersebut, sangat berpotensi mencemari sungai.

"Di Kota Yogyakarta ini, kalau nggak terus kita bersihkan rumah-rumah (lapak-lapak) yang liar, itu membuat lingkungan kita tetap akan tercemari dari E. coli yang membuat diare," tandas Hasto.

Perilaku sangat jahat

"Bikin toilet bawahnya selokan. Jadi, WC-nya semua masuk ke selokan, membuat Kali Code tercemar E. coli. Ini perilaku yang tanda petik ‘sangat jahat’ terhadap lingkungan, karena memasukkan feses ke selokan," urainya.

Selain masalah sanitasi, munculnya vandalisme berupa coretan-coretan dinding di area yang ditinggalkan PKL juga menjadi tantangan tersendiri. 

Ubah jadi taman

Sebagai solusi demi menjaga estetika kawasan, Pemkot Yogyakarta berencana mengubah area tersebut menjadi taman pedestrian yang dihiasi dengan karya seni mural.

"Kita bikin taman, kemudian setelah itu dilombakan lukis (mural) seperti yang lainnya, tapi ini bisa dirapikan. Saya kira kita pertimbangkan jalannya agak dilebarkan sedikit, kemudian kanan-kiri kita bikin taman yang bagus ya," ungkapnya.

Sebagai informasi, aktivitas ekonomi di kawasan ini memang sudah sepenuhnya nihil, seiring dengan relokasi para pelaku usaha menuju bangunan baru Pasar Terban.

Menutut Wali Kota, gotong royong pun menjadi solusi untuk mengatasi masalah yang membutuhkan alokasi dana besar, tetapi cukup diselesaikan dengan anggaran kecil.

“Kebersihan adalah sebagian dari iman, sehingga menjaga kebersihan sama dengan menjaga iman. Hari ini kita akan menyempurnakan dengan kebersihan lingkungan kita," cetusnya.

Penataan

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Rajwan Taufik, mengungkapkan, penataan akan dilakukan secara kolaboratif. 

Setelah material bekas lapak dibersihkan secara gotong royong, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) akan memperbaiki infrastruktur trotoar sebelum DLH mempercantik kawasan dengan pot tanaman.

"Nanti trotoar akan diperbaiki oleh Dinas PUPKP dan dibuat taman oleh DLH. Dalam satu dua hari ini pembersihan material bekas bongkaran dan selanjutnya akan diberi pot-pot tanaman," pungkasnya. (aka)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.