Cegah Kelangkaan Gas Subsidi, Pemkab Bantul Ajukan Tambahan 40 Ribu Metrik Ton
Hari Susmayanti February 20, 2026 05:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) mengajukan tambahan pasokan elpiji ukuran tiga kilogram atau elpiji subsidi ke Pertamina.

Kepala DKUKMPP Kabupaten Bantul, Prapta Nugraha, mengatakan, jumlah gas melon atau gas subsidi yang diajukan itu sekitar 40 ribu metrik ton. Pengajuan telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. 

"Untuk elpiji tiga kilogram, kita kemarin sudah mengajukan tambahan kuota untuk liburan. Saya lupa jumlahnya, tapi sekitar 40 ribu metrik ton," ucap Prapta, Jumat (20/2/2026).

Ia menyampaikan bahwa penambahan kuota gas elpiji dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat selama momen Ramadan 1447 H / 2026 M.

Lebih lanjut, Prapta berujar bahwa pengajuan gas elpiji telah dilakukan melalui Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswana Migas) ke pihak Pertamina. 

"Kemarin yang mengajukan melalui Hiswana. Jadi itu karena ada libur panjang kemarin, kita mengajukan kenaikan tambahan pasokan, kalau berapa tabungnya saya lupa," jelas dia.

Baca juga: Gelombang Dukungan Organisasi Masyarakat Sipil kepada Perdana Arie Terus Bertambah

Pihaknya berharap, adanya tambahan pasokan elpiji ukuran tiga kilogram tersebut dapat mencukupi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa hingga Lebaran 2026. 

Walau begitu, DKUKMPP Bantul tetap terus memantau kondisi terkini di pangkalan elpiji. Itu dilakukan untuk mengetahui kondisi permintaan masyarakat terhadap kebutuhan gas elpiji.

"Kalau sampai Lebaran nanti, kita lihat situasi di lapangan dulu. Kalau nanti masih kurang, kita akan minta tambahan pasokan. Jadi, kita memang pantauan rutin untuk bahan pokok termasuk gas tiga kilogram," terang Prapta.

Di lain sisi, ia menyampaikan bahwa selama ini, DKUKMPP Bantul bersama Hiswana Migas selalu berkoordinasi untuk memetakan kondisi dan stok tabung gas Bumi Projotamansari. 

Pihaknya mengaku tak ingin ke depan terdapat kelangkaan gas elpiji di pasar. Apalagi, di era modern ini, gas menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat untuk memasak.

"Nanti, seandainya ada kekurangan, biasanya teman teman Hiswana minta rekomendasi untuk pasokan tambahan," tandas Prapta.(nei)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.