TRIBUNSUMSEL.COM, MUSI RAWAS -- Viral di media sosial, pangkalan LPG 3Kg di Desa Pedang Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas disebut menjual gas ke luar desa hingga membuat warga setempat tak kebagian.
Dugaan tersebut viral diposting beberapa akun media sosial Facebook, salah satunya akun atas Info Kriminal Lubuklinggau.
Dalam video beredar, perekam menyebutkan bahwa pangkalan LPG 3kg tersebut milik DS yang berada di Desa Pedang Kecamatan Muara Beliti.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Musi Rawas langsung turun ke lapangan.
Kasi Distributor Pangan Disperindag Musi Rawas, Armansyah mengatakan, pihaknya sudah turun langsung pangkalan tersebut.
Bahkan lanjut Armansyah, masalah yang terjadi juga sudah diselesaikan.
Hanya saja, untuk saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dari Agen yang menjadi penyuplai LPG 3Kg di pangkalan tersebut.
"Kami sudah cek ke lapangan dan masalahnya juga sudah diselesaikan," kata Arman kepada Sripoku.com, Jumat (20/2/2026).
Disampaikan Arman, bahwa hanya ada 2 keputusan untuk pangkalan tersebut, apakah nanti ditutup sepenuhnya atau tetap beroperasi.
"Kalau ditutup berarti selesai, kalah tetap jalan, tapi dengan syarat harus perbaikan manajemen distribusinya," ungkapnya.
Berdasarkan keterangan warga, bahwa pada saat pendistribusian LPG 3Kg, masyarakat setempat kerap tak kebagian.
"Memang masyarakat tidak bisa dapat semuanya, karena untuk seminggu jatahnya di pangkalan itu hanya 140 unit," tegasnya.
Lebih lanjut Arman menjelaskan, jika memang pangkalan tersebut tetap beroperasi, dan mengingat kuota yang ada cukup terbatas.
Maka sambung Arman, ke depan untuk masyarakat di Dusun 4 Desa Pedagang, bakal dipilih siapa yang berhak mendapat jatah LPG.
"Artinya yang mampu tidak dapat jatah, dan jangan protes. Ini tujuannya, agar distribusi LPG di pangkalan itu, tepat sasaran," tutupnya.
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel