SRIPOKU.COM - Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengatakan ia sudah bisa menjalin komunikasi dengan 15 orang Palembang yang terjebak di Kamboja.
Deru memastikan, kondisi belasan Wong Palembang itu dalam keadaan baik dan dalam pengawasan KBRI di Phnom Penh.
Mengutip Kompas.com Jumat (20/2/2026), menurut Herman Deru, para korban datang ke Kamboja setelah menjadi korban penipuan.
Mereka sebelumnya dijanjikan bekerja di restoran dengan gaji Rp 12 juta.
Baca juga: Polda Sumsel Selidiki Kasus 15 Warga Palembang yang Terlantar di Kamboja
Namun setelah sampai di Kamboja, pekerjaan yang dijanjikan tidak ada sehingga mereka pun telantar.
Deru meminta keluarga para korban bersabar. Sebab, proses pemulangan masih diurus KBRI.
Selain itu, ia meminta warga Sumatera Selatan tidak mudah percaya janji pekerjaan di luar negeri, terutama yang ilegal, agar tidak menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
“Saat ini Disnakertrans Sumsel sudah diperintahkan untuk memulangkan para korban TPPO tersebut. Jangan mudah tergiur janji kerja dengan gaji Rp 12 juta, gaji segala macam. Jangan percaya janji kerja yang tidak ditanya keahlian. Sampai sana justru terdampar jadi turis,” imbuhnya.
Deru mengaku telah berhasil berkomunikasi langsung lewat panggilan video call kepada para korban.
Dari komunikasi tersebut, para korban rata-rata berasal dari Kota Bengkulu.
Saat ini mereka berada di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh.
“Barusan tersambung (video call) dengan 15 wong (orang), ada wong Tanggo Buntung, ado wong Makrayu dan ada wong Kertapati. Mereka diurus makan dan minumnya oleh KBRI," kata Herman Deru.