Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
Tribungayo.com, KUTACANE - Serdik Sespimti Dikreg ke-35 menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Aula Divisi Humas Polri Lantai 7, Kamis (12/2/2026).
Baca juga: LSM Penjara Aceh Minta Bareskrim Polri Usut Dana Desa untuk Pemberantasan Narkoba & Literasi Rp 8 M
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tiga Serdik Sespimti Dikreg ke-35, yakni Komisaris Besar Polisi (KBP) M Iqbal Alqudusy, KBP Ignatius Benny dan KBP Bayu Suseno.
FGD ini mengangkat materi transformasi di bidang kehumasan Polri.
FGD tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan penyusunan Nastrap dan Program Transformasi Strategis yang menjadi produk akhir pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-35 Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan ini dihadiri seluruh Kepala Urusan Administrasi dan Pembinaan (Kaurmin) jajaran Biro Divisi Humas Polri, para operator aplikasi Divhumas Polri, perwakilan vendor aplikasi Divhumas Polri, serta staf Bagrenmin Divhumas Polri.
Acara diawali dengan sambutan Kabagrenmin Divhumas Polri, KBP Iroth Laurens, yang mewakili Kadivhumas Polri.
"Selamat datang untuk Paping Serdik BJP Deden Garnada dan seluruh Serdik Sespimti Dikreg ke 35.
Baca juga: Anggota PWI Aceh Ramaikan Retret di Pusdik Kemenhan, Ini Pesan Kadiv Humas Polri ke Wartawan
Terkait dengan kegiatan FGD semoga dapat menghasilkan program transformasi di bidang Humas Polri sehingga Divhumas Polri semakin profesional dalam pelaksanaan tugas," jelas Iroth melalui KBP M Iqbal Alqudusy yang diterima TribunGayo.com, Jumat (20/2/2026).
Sementara itu BJP Deden Garnada sebagai Perwira Pendamping menjelaskan bahwa ketiga orang Serdik Sespimti Dikreg ke 35 yang saat ini hadir di Divhumas adalah untuk melakukan pengumpulan data terkait dengan penyusunan Nastrap dan Program Transformasi Strategis.
"Ya benar, ketiga Serdik disini sudah membuat rencana program strategis yaitu akan membuat aplikasi monitoring isu berbasis AI.
Membuat penyempurnaan terhadap aplikasi SPIT dan membuat piranti lunak berupa Perkadivhumas tentang Pengelolaan Komunikasi Krisis di lingkungan Polri.
Saya yakin mereka akan menghasilkan produk yang bermanfaat bagi Polri dan masyarakat secara luas," jelas Deden.
Kegiatan FGD juga mendapat tanggapan yang beragam dari peserta FGD dan berbagai informasi telah dapat dicatat untum dijadikan sebagai pedoman dalam pendalaman melalui kegiatan wawancara pada hari berikutnya.
Secara umum kegiatan FGD dapat terselenggara dengan baik. (*)
Baca juga: GMPB Gelar Aksi, Minta Dittipidsiber Bareskrim Polri Tindak Akun Fake Donokasino Dono Dono