TRIBUNJAKARTA.COM, SETIABUDI - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bakal memperketat pengawasan terhadap lapangan padel yang belakangan makin menjamur di Ibu Kota.
Langkah ini dilakukan lantaran banyak keluhan dari masyarakat yang merasa terganggu dengan kemunculan lapangan padel di tengah permukiman warga.
Pramono pun mengaku telah meminta dinas terkait untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap seluruh lapangan di Jakarta.
“Secata khusus saya sudah meminta kepada dinas terkait yang melakukan pengawasan di lapangan padel ini. Besok Senin atau Selasa kami akan segera memutuskan,” ucapnya di Taman Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2026).
Bagi lapangan padel yang lokasinya berada di pemukiman warga, Pramono menegaskan bahwa pengelola harus mengantongi izin dari warga sekitar.
Menurutnya, izin tersebut diperlukan supaya keberadaannya tak mengganggu aktivitas warga sekitar.
Ia pun menegaskan tak akan segan memberikan sanksi tegas bila ditemukan adanya lapangan padel yang melanggarnya.
“Bagi lapangan padel yang mengganggu ketertiban umum, kemudian tidak mendapatkan persetujuan warga setempat, dan juga izinnya tidak lengkap, maka Pemerintah DKI Jakarta akan mengambil langkah tegas,” ujarnya.
Sebelumnya viral di media sosial warga di kawasan Cilandak dan Haji Nawi, Jakarta Selatan mengeluhkan keberadaan lapangan padel di lingkungan tempat tinggalnya.
Padahal, kawasan tersebut merupakan permukiman padat penduduk, sehingga kebisingan yang ditimbulkan acap kali mengganggu kenyamanan warga.
Keluhan pun sempat disampaikan melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI), namun belum ada tindakan dari pemerintah daerah.