TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Kepemimpinan Rusdi Sutejo dan Shobih Asrori genap satu tahun pada 20 Februari 2026.
Dalam kurun waktu tersebut, duet yang akrab disapa Mas Rusdi–Gus Shobih itu telah menghadirkan percepatan pembangunan di Kabupaten Pasuruan melalui empat indikator utama: kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan pelayanan publik.
Empat sektor itu menjadi fokus pembenahan sejak awal masa jabatan.
Hasilnya, sejumlah capaian mulai terlihat dan dirasakan masyarakat.
Baca juga: Mas Rusdi Tekankan Peran Strategis Bapenda di Tengah Tekanan Fiskal
Di sektor infrastruktur, pemerintah daerah mencatat pembangunan dan perbaikan sepanjang 256 kilometer jalan selama 2025.
Sejumlah ruas yang puluhan tahun tak tersentuh akhirnya diperbaiki.
Pemerataan penerangan jalan umum (PJU) juga dilakukan di sejumlah titik strategis seperti Bangil, Pandaan, Prigen, Gondang Wetan hingga koridor Duren Sewu–Prigen.
Selain itu, persoalan sengketa lahan SDN Jeladri yang berlangsung lebih dari 13 tahun berhasil diselesaikan dalam waktu relatif singkat.
Baca juga: Mas Rusdi Apresiasi Bantuan Rp 6,7 Miliar Pemprov Jatim untuk Pengentasan Kemiskinan Ekstrem
Pada 2025, sebanyak 277 SD dan SMP direhabilitasi dengan total anggaran sekitar Rp 53 miliar.
Penentuan sekolah penerima dilakukan berbasis data dapodik untuk menghindari praktik subjektivitas.
Pemerintah daerah juga mereformasi skema Bantuan Keuangan Desa.
Kini, desa dapat mengajukan langsung melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
Kebijakan ini menempatkan desa sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek.
Baca juga: Gerbang Kembar Diluncurkan, Mas Rusdi Targetkan 19.857 ATS Kembali Sekolah
Di bidang kesehatan, Pemkab Pasuruan memastikan Universal Health Coverage (UHC) tetap berjalan sehingga masyarakat mendapatkan jaminan layanan kesehatan.
Peningkatan sarana dan prasarana juga dilakukan, diantaranya penambahan ruang dan tempat tidur di RSUD Bangil serta RSUD Grati.
Tahun 2026, seluruh puskesmas induk di tiap kecamatan ditargetkan membuka layanan 24 jam.
Baca juga: Siapkan Tenaga Kerja Kompeten dan Siap Bersaing, Mas Rusdi Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi
Realisasi investasi Kabupaten Pasuruan pada 2025 melampaui target Rp 12,9 triliun.
Hal ini dinilai menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap daerah.
Di sisi pelayanan publik, Bupati dan Wakil Bupati menangani langsung aduan masyarakat melalui media sosial pribadi.
Langkah ini dimaksudkan untuk mempercepat respons sekaligus mendorong birokrasi yang lebih terbuka dan solutif.
Kolaborasi eksekutif dan legislatif juga berjalan harmonis tanpa tarik-menarik kepentingan politik.
Seluruh pihak disebut fokus pada visi “Pasuruan Bangkit, Bersama Kita Bisa” agar tidak tertinggal dari daerah sekitar seperti Sidoarjo, Malang, dan Mojokerto.
Baca juga: Berkat Perjuangan Mas Rusdi, Pasuruan Kini Miliki Akses Layanan Imigrasi Lebih Mudah
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sejumlah indikator kesejahteraan menunjukkan tren positif:
Penurunan kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan tersebut menunjukkan perbaikan kesejahteraan masyarakat secara simultan dan terukur.
Baca juga: Ke Jakarta, Mas Rusdi Dampingi 10 Desa Cari Solusi Konflik Agraria Antara Warga dan TNI AL
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan, capaian satu tahun ini merupakan wujud komitmen memenuhi janji kepada masyarakat.
“Memang tidak sempurna dan tidak mudah. Tapi jangan ragu, kami akan selalu ada di garis terdepan untuk urusan rakyat,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Ia mengakui adanya keterbatasan anggaran pada 2026.
Namun, pemerintah daerah memastikan empat indikator prioritas tidak akan terdampak signifikan.
“Kami mohon maaf apabila belum semua usulan pembangunan bisa direalisasikan. Namun pelayanan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas,” katanya.
Dengan fondasi satu tahun pertama, Mas Rusdi–Gus Shobih optimistis percepatan pembangunan Kabupaten Pasuruan akan terus berlanjut menuju Pasuruan yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan.