TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Satu tahun kepemimpinan Bupati Jepara, Witiarso Utomo dan Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar fokus membangun fondasi infrastruktur daerah.
Satu di antaranya difokuskan pada pembenahan jalan rusak menjadi infrastruktur utama yang dibutuhkan masyarakat.
Pada akhir 2024 Pemerintah Kabupaten Jepara memiliki PR untuk menuntaskan 150,936 kilometer jalan yang masih mengalami rusak.
Baca juga: Bupati Witiarso Tegaskan NU Jepara Harus Tetap Bersatu
Sementara jalan dengan kondisi baik sepanjang 703,091 kilometer.
Seiring berjalannya waktu sepanjang 2025, panjang jalan yang rusak bertambah setelah diguyur hujan sepanjang akhir 2024 hingga awal 2025.
Pemerintah Kabupaten Jepara menggelontorkan anggaran Rp 139,60 miliar dari APBD 2025 untuk menuntaskan 421,84 kilometer di 146 ruas jalan.
Anggaran tersebut juga belum mampu menuntaskan jalan-jalan yang rusak di wilayah Kota Ukir.
Mengingat kondisi jalan bersifat dinamis dengan kondisi jalan rusak cenderung bertambah ketika musim hujan.
Pada tahun ini (2026), Pemkab Jepara lebih serius menangani persoalan jalan rusak dengan menambah alokasi anggaran.
Khusus memperbaiki infrastruktur jalan, anggaran senilai Rp 197,16 miliar disiapkan untuk menuntaskan 185 kilometer jalan rusak tersebar di 116 ruas jalan.
Anggaran tersebut murni diambilkan dari APBD Kabupaten Jepara, didukung penuh sumber pendapatan daerah 100 persen dari sektor pajak.
Infratruktur yang menjadi perhatian Pemkab Jepara tahun ini adalah jalan, sementara infrastruktur lain seperti lampu penerangan jalan umum, jembatan, dan saluran drainase difokuskan mulai 2027.
Perbaikan jalan bakal dikebut guna mendukung berbagai aktivitas masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, juga membangun konektivitas antardaerah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara, Hery Yulianto mengatakan, jalan tidak hanya sebagai akses lalu lintas semata. Juga sebagai sarana penghubung harapan masyarakat di berbagai wilayah.
Jalan yang bagus mempermudah aktivitas masyarakat dalam segala bidang. Mulai dari sektor perdagangan, pekerjaan, layanan kesehatan, hingga persoalan sosial budaya.
"Infrastruktur yang semakin bagus diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Jepara," terangnya dalam kegiatan Setahun Kepemimpinan Bupati - Wakil Bupati Jepara yang digelar di Anjungan Jepara, Puri Maerokoco Semarang, Jumat (20/2/2026).
Kegiatan tersebut menjadi refleksi atas berbagai capaian pembangunan, terutama di sektor infrastruktur jalan yang menjadi prioritas utama selama satu tahun terakhir.
Sekaligus bagian dari evaluasi atas pekerjaan yang belum terselesaikan sebagai PR pemerintah daerah dalam 4 tahun ke depan.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo menuturkan, capaian utama yang berhasil diwujudkan adalah terciptanya suasana masyarakat yang kondusif, serta meningkatnya respons positif masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur.
Sebagai kepala daerah, Witiarso menyadari bahwa masih banyak pekerjaan yang belum terselesaikan. Termasuk ruas jalan yang masih rusak dan dikeluhkan masyarakat.
Baca juga: Ini Rangkaian Acara Malam Tahun Baru di Jepara, Bupati Witiarso: Dipusatkan di Plajan
Dia berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan jalan rusak tuntas pada 2026.
Sepanjang 185 kilometer jalan rusak di 111 ruas jalan ditarget tuntas tertangani pada tahun ini.
Di mana seluruh pajak dari kendaraan bakal dialokasikan untuk infrastruktur jalan. Hal ini diharapkan menjawab kepercayaan masyarakat agar taat membayar pajak.
"Seratus persen (pendapatan pajak) akan dikembalikan ke infrastruktur jalan. Yaitu dengan pembangunan yang lebih merata agar kesejahteraan masyarakat meningkat," tegasnya. (Sam)