Pangdam Targetkan Angka Pelanggaran Turun Signifikan, Kodam IX/Udayana Tingkatkan Disiplin
Anak Agung Seri Kusniarti February 20, 2026 11:03 PM

TRIBUN-BALI.COM – Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, memimpin Upacara Gelar Operasi Penegakan Ketertiban (Ops Gaktib) dan Operasi Yustisi Polisi Militer Tahun Anggaran 2026. 

Sejak pukul 06.30 Wita, para prajurit telah bersiap melaksanakan geladi sebelum akhirnya dimulai tepat pukul 09.00 Wita di Lapangan Makorem 163/Wirasatya, Jumat (20/2).

Pangdam yang memimpin langsung upacara tersebut, turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan kesiapan pasukan gabungan secara saksama dari unsur TNI-Polri dan instansi pemerintahan. 

Langkah ini bukan sekadar formalitas, melainkan simbol pengawasan melekat guna memastikan setiap prajurit di wilayah Kodam IX/Udayana menjadi cermin kedisiplinan bagi rakyat.

 

Baca juga: PELAKU Mudah Beraksi dan Barang Cepat Laku, Kasus Pencurian Pelek dan Ban Mobil Marak di Bali

Baca juga: Kabar TPA Suwung Tutup 1 Maret ? Babinsa Koramil Denbar Gercep Edukasi Warga Bijak Pilah Sampah

 

Dalam amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang dibacakan Pangdam, ditekankan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kepatuhan hukum dan profesionalisme. 

Tema yang diusung tahun ini adalah "TNI Prima, Taat Hukum, Berdaulat, Indonesia Maju". Tema tersebut menjadi komitmen bagi seluruh prajurit dalam menjaga kehormatan diri serta institusi.

Mayjen TNI Piek Budyakto menegaskan bahwa tujuan utama operasi ini adalah agar disiplin prajurit semakin meningkat dan angka pelanggaran, baik hukum maupun disiplin, dapat ditekan secara signifikan.

"Kita mengharapkan agar semua TNI bisa menjadi contoh kepada masyarakat dalam melaksanakan kehidupan bernegara yang tertib," ujar Pangdam.

"Disiplin semakin meningkat, taat kepada hukum setiap hari dilaksanakan oleh prajurit, dan angka pelanggaran baik hukum maupun disiplin menurun secara signifikan," imbuhnya. 

Upaya pembinaan yang dilakukan selama ini mulai membuahkan hasil nyata. Berdasarkan laporan pelaksanaan operasi tahun 2025, tercatat tren positif berupa penurunan angka pelanggaran dibandingkan tahun sebelumnya. 

Operasi Gaktib mengalami penurunan dari 456 pelanggaran menjadi 432 pelanggaran atau turun 5,62 persen dan Operasi Yustisi mengalami penurunan drastis dari 925 perkara menjadi 549 perkara atau turun 40,64 persen. 

Meskipun angka ini menunjukkan kemajuan, seluruh jajaran diingatkan untuk tidak lengah dan tetap konsisten dalam penegakan hukum.

Menariknya, operasi tahun ini tidak hanya menyasar pelanggaran fisik. Prajurit Polisi Militer kini dituntut cerdas secara intelektual dan waspada terhadap perkembangan teknologi. 

Fokus penindakan juga mencakup pencegahan kejahatan siber serta penyalahgunaan media sosial yang berpotensi merusak citra TNI di mata publik. Modernisasi alat peralatan teknologi informasi pun dioptimalkan untuk mempercepat proses penanganan perkara secara transparan.

Di sisi lain, Pangdam IX/Udayana juga memberikan imbauan kepada masyarakat terkait penggunaan atribut TNI. Ia menegaskan agar pihak di luar institusi tidak sembarangan menggunakan seragam atau plat nomor TNI untuk kepentingan pribadi. 

Hal ini dilakukan agar aturan tetap tegak dan tidak terjadi penyalahgunaan identitas institusi di lapangan.Operasi yang dilaksanakan sepanjang tahun ini diharapkan menjadi momentum transformasi TNI menuju institusi yang semakin dicintai dan dipercaya oleh rakyat. (ian) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.