Viral Pria 42 Tahun di Magetan Nikahi Gadis 19 Tahun, Sempat Terganjal Restu
Cak Sur February 21, 2026 12:50 AM

 

SURYA.CO.ID, MAGETAN – Jagat media sosial dihebohkan dengan unggahan video yang menampilkan momen pertemuan dan prosesi pernikahan sepasang kekasih di Kabupaten Magetan, Jawa Timur (Jatim).

Dalam video tersebut, tampak keduanya duduk berdampingan di hadapan petugas pencatatan pernikahan dengan suasana penuh kebahagiaan.

Momen yang mencuri perhatian publik adalah saat petugas menanyakan alasan mempelai perempuan menerima pinangan pria yang usianya jauh di atasnya.

Dengan senyum sumringah, sang perempuan memberikan jawaban singkat namun mendalam.

“Apakah panjenengan (anda) menerima pinangan dari Nusantoro Jati, alasannya apa,” tanya petugas tersebut.

“Cinta pak,” jawab sang perempuan yang langsung disambut tawa dan suka cita oleh keluarga yang hadir.

Belakangan diketahui pasangan tersebut adalah Nusantoro Jati (42), warga Kelurahan Kepolorejo dan Gracia Angelica Mayangsari (19), warga Dukuh Kauman, Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan. 

Pernikahan ini menjadi buah bibir netizen, karena perbedaan usia keduanya yang mencapai 23 tahun.

Awal Pertemuan di Panggung Magetan

Nusantoro Jati, yang akrab disapa Mbah Jati, menceritakan awal mula pertemuannya dengan Gracia terjadi sekitar pertengahan tahun 2025. Saat itu, ia terpikat ketika melihat Gracia menyanyi di sebuah panggung di Magetan.

“Ketemunya itu sekitar setengah tahunan, 2025 silam. Pas dia nyanyi panggung di Magetan. Ketemu terus saya ajak kenalan, cocok, rasanya berbeda pokoknya. Baru pertama kali jatuh cinta,” ungkap Jati saat dihubungi melalui pesan singkat, Jumat (20/2/2026).

Pria yang berprofesi sebagai wiraswasta ini, mengaku tidak membutuhkan waktu lama untuk memantapkan hati.

Setelah berpacaran selama tiga bulan, ia langsung mengajak Gracia untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius.

Perjuangan Mendapatkan Restu Orang Tua

Perjalanan cinta mereka tidak semulus yang dibayangkan. Perbedaan usia yang sangat mencolok membuat orang tua Gracia sempat meragukan keseriusan Jati dan menolak memberikan restu.

“Awalnya tidak direstui karena perbedaan umur yang jauh. Bahkan sampai jenjang kelurahan, dibantu lurah setempat, akhirnya kami berhasil meyakinkan. Akhirnya direstui dan diterima keluarga besar,” beber Jati.

Setelah mengantongi restu, keduanya melangsungkan pertunangan pada Kamis (5/2/2026), yang kemudian dilanjutkan dengan pernikahan pemberkatan di gereja pada Minggu (15/2/2026).

Di mata Jati, Gracia adalah sosok perempuan yang baik dan bisa dibimbing.

Komitmen Menjadi Ibu Rumah Tangga

Pasca menikah, Jati berharap istrinya fokus mengurus rumah tangga. Gracia yang baru saja menyelesaikan pendidikan menengah tinggi dan aktif sebagai penyanyi panggung, diminta untuk menetap di Magetan mendampingi sang suami.

“Kami sudah punya rumah sendiri di Magetan. Maka dari itu saya minta ia jadi Ibu Rumah Tangga,” kata Jati.

Sementara itu, Gracia mengaku merasa nyaman dan cocok dengan kepribadian Jati yang dewasa. Ia pun tidak menyangka momen bahagia mereka akan viral di media sosial.

Data dan Fakta Terkait Pernikahan Beda Usia di Indonesia:

  • Berdasarkan UU No. 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan, batas usia minimal untuk menikah bagi pria dan wanita di Indonesia adalah 19 tahun. Secara hukum, pernikahan Gracia dan Jati sah.
  • Kabupaten Magetan secara administratif memiliki prosedur ketat terkait dispensasi nikah jika calon mempelai di bawah umur, namun dalam kasus ini kedua mempelai sudah memenuhi kriteria usia legal.
  • Kecamatan Plaosan, asal Gracia, terletak di lereng Gunung Lawu yang memiliki tradisi kekeluargaan yang kuat, sehingga restu keluarga menjadi aspek krusial dalam pernikahan.
  • Fenomena pernikahan dengan selisih usia jauh (di atas 20 tahun) sering kali menjadi perhatian sosiologis di Indonesia karena benturan budaya tradisional dan pandangan modern masyarakat netizen.

Jati pun memberikan pesan kepada para pria yang masih melajang agar tetap percaya diri dalam mencari jodoh.

“Yakin dengan pilihan kami, mampu menunaikan segala konsekuensi. Abaikan komentar negatif, karena banyak yang menunggu jodoh hingga tak terasa sudah tak lagi muda,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.