SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON – Sepak bola kini menjadi bagian dari jantung rekonstruksi Gaza.
FIFA resmi menjalin kemitraan strategis dengan Board of Peace (BoP) untuk membangun ekosistem sepak bola terintegrasi di Palestina, mulai dari 50 mini-lapangan hingga stadion nasional berkapasitas 20.000 kursi.
Kesepakatan tersebut ditandatangani Presiden FIFA, Gianni Infantino, bersama perwakilan Dewan Perdamaian untuk Gaza dan pejabat administrasi setempat.
Prosesi berlangsung di markas United States Institute of Peace, Washington, dan disebut para pihak sebagai “landmark partnership” untuk menggerakkan investasi internasional melalui kekuatan olahraga.
Dalam rilis resmi FIFA, kemitraan ini menghadirkan kerangka jangka panjang guna membangun infrastruktur kelas dunia sekaligus program komunitas yang terstruktur.
Tahap pertama akan membangun 50 mini-pitch FIFA Arena di sekitar sekolah dan kawasan permukiman, disertai implementasi program Football for Schools, distribusi perlengkapan, serta penguatan aktivitas sepak bola akar rumput.
Baca juga: UEFA Kontra FIFA di Sanksi Rusia, Ceferin: Berlaku hingga Perang Berakhir
Selanjutnya, proyek mencakup pembangunan lima lapangan ukuran penuh guna menopang pembentukan klub lokal dan sistem pembinaan yang lebih sistematis.
Pada fase lanjutan dalam rentang 18 hingga 36 bulan, FIFA berencana mendirikan akademi modern yang mengintegrasikan olahraga elite, pendidikan, serta fasilitas hunian bagi atlet muda.
Puncak proyek ini adalah pembangunan stadion nasional berkapasitas 20.000 kursi.
Stadion tersebut diproyeksikan menjadi tuan rumah berbagai agenda olahraga dan budaya, sekaligus motor penggerak pendapatan komersial dan kohesi sosial di Gaza.
Infantino menegaskan sepak bola memiliki kekuatan sebagai alat pemersatu yang membuka peluang ekonomi dan pendidikan.
“FIFA ingin sebanyak mungkin orang merasakan manfaat permainan ini. Bersama dukungan Dewan Perdamaian, kami membangun kemitraan yang dirancang memberi dampak di setiap tahap,” ujarnya.
Baca juga: Dewan Perdamaian Versi Trump Dimulai, Akankah Gaza Benar-Benar Berubah?
Dewan Perdamaian yang diluncurkan pada Januari 2026 mengoordinasikan bantuan kemanusiaan, rekonstruksi, dan stabilisasi jangka panjang di wilayah rentan, dengan fokus awal pada Gaza.
Keterlibatan FIFA memperluas dimensi program, dari rehabilitasi fisik menuju aktivasi sosial-ekonomi—termasuk penciptaan lapangan kerja, peningkatan keterampilan tenaga kerja, partisipasi pemuda, pembentukan liga putra dan putri, serta stimulasi aktivitas komersial lokal.
Implementasi proyek akan menyesuaikan dengan perkembangan situasi keamanan di lapangan.
Aktivasi fase pertama direncanakan dimulai ketika kondisi memungkinkan, dengan pelibatan para pemangku kepentingan serta pelaporan berbasis capaian.
Program FIFA Arena sendiri merupakan bagian dari komitmen global FIFA untuk membangun sedikitnya 1.000 mini-pitch hingga 2030 dan telah diadopsi oleh puluhan asosiasi anggota.
Kemitraan ini memperkuat pendekatan soft power dalam rekonstruksi pascakonflik, menjadikan olahraga sebagai jembatan sosial di tengah polarisasi.
Namun, keberhasilan inisiatif tersebut tetap bergantung pada stabilitas keamanan, legitimasi lokal, serta kesinambungan politik menuju perdamaian yang berkelanjutan.