Sosok Vecky van Gobel, Eks Juru Sita Pengadilan Gorontalo Kini Jadi Sopir Bentor
Fadri Kidjab February 21, 2026 07:36 AM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Dua tahun sudah Vecky van Gobel (59) menanggalkan seragam dinasnya. Pria yang puluhan tahun mengabdi di Pengadilan Negeri Limboto, Provinsi Gorontalo, ini kini lebih banyak menghabiskan waktu di jalanan.

Ia kini menjadi sopir becak motor (bentor). Meski kontras dengan profesi sebelumnya, Vecky mengaku menikmati fase baru dalam hidupnya.

“Pensiunan sudah masuk 2 tahun,” ungkapnya saat ditemui TribunGorontalo di bawah Menara Keagungan Limboto, Jl Achmad A Wahab, Kayubulan, Kabupaten Gorontalo, Jumat (20/2/2026) pagi.

Baginya, seragam dinas memang memberikan kebanggaan tersendiri, namun ia sadar hal itu ada batasnya. 

“Seragam dinas itu di sisi lain ada kebanggaan, tapi tidak perlu kita banggakan karena akhirnya kan selesai,” tutur warga Hunggaluwa tersebut. 

Kenangan Masa Tugas

Saat masih aktif sebagai Juru Sita, Vecky adalah ujung tombak pelaksanaan putusan hakim. 

Juru sita bertugas membantu pelaksanaan persidangan, bertindak sebagai pelaksana upaya paksa seperti eksekusi putusan, serta secara administratif berada di bawah koordinasi Panitera.

Dalam menjalankan tugas pokoknya, juru sita melaksanakan perintah resmi dari Ketua Pengadilan, Ketua Majelis Hakim, maupun Panitera. 

Vecky menyadari tugasnya berat dan penuh risiko, bahkan nyawa sering kali menjadi taruhan saat melakukan eksekusi di lapangan. Namun, ia memegang teguh satu prinsip: keadilan berdasarkan Ketuhanan.

“Masalah keadilan ini tidak memandang siapa status sosialnya. Kalau benar benar, salah salah. Demi keadilan berdasarkan Ketuhanan, ini harus kita pegang teguh,” tukas Vecky. 

Ketegasan ini bahkan ia terapkan kepada keluarga sendiri. Ia mengisahkan pernah menolak membantu kerabat yang terlibat kasus hukum. 

“Kalau salah, salah. Sekalipun kamu memutuskan hubungan keluarga, saya tidak bantu,” kenangnya.

Perjalanan Karier Vecky

Karier Vecky di dunia hukum tidak didapat dengan mudah. Sebelum diterima di Pengadilan Negeri Limboto pada tahun 1993, ia sempat menganggur selama tujuh tahun dan bekerja sebagai buruh kasar.

Vecky bahkan gagal dua kali dalam tes sebelum akhirnya lulus pada percobaan ketiga di tahun 1992.

Setelah lebih dari dua dekade mengabdi kepada negara, Vecky kini telah pensiun.

Baca juga: Sosok Agus Priono Adada, Anak Sopir Bentor Jadi Kanit Turjawali Satlantas Polresta Gorontalo Kota

Alasan Jadi Sopir Bentor

HUMAN INTEREST — Vecky van Gobel duduk manis menanti penumpang di bawah Menara Keagungan Limboto, Jumat (20/2/2026) pagi. Vevky merupakan pensiunan PNS.
HUMAN INTEREST — Vecky van Gobel duduk manis menanti penumpang di bawah Menara Keagungan Limboto, Jumat (20/2/2026) pagi. Vevky merupakan pensiunan PNS. (TribunGorontalo.com/Fajri A Kidjab)

Keputusannya menarik bentor setelah pensiun didorong oleh rasa tanggung jawab terhadap keluarga.

Pria kelahiran Manado, 17 November 1966 ini mengakui bahwa pendapatan saat masa aktif dan masa pensiun jauh berbeda, sementara ia masih memiliki tanggungan anak.

“Jujur, masih aktif dengan pensiun itu beda pendapatan. Otomatis kalau cuma diam-diam di rumah kan tidak enak. Saya bawa bentor ini untuk makan sehari-hari,” ujar pria murah senyum ini.

Baginya, martabat seseorang tidak dilihat dari jabatan, melainkan dari tanggung jawabnya terhadap keluarga dan pekerjaan.

Kini, di masa tuanya, Vecky menemukan ketenangan dengan lebih banyak beribadah. 

Ayah tiga anak ini meyakini bahwa standar ketenangan adalah ketika seseorang mendekatkan diri kepada Allah. Kepada generasi muda, ia menitipkan pesan tentang pentingnya kesabaran dan kejujuran.

“Pesan saya kepada anak-anak muda, yang pertama adalah sabar. Kemudian yang kedua, jujur. Karena tanpa kejujuran, semuanya itu nol,” tutupnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.