Isi Chat Grup Karyawan Inara Rusli Bocor, Insanul Fahmi Jadi Bahan Ghibah, Kelakuan Keduanya Miris
Putri Asti February 21, 2026 08:44 AM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Dugaan akses ilegal rekaman CCTV di kediaman Inara Rusli kini berbuntut panjang.

Dugaan bahwa rekaman kamera pengawas rumah bisa diakses tanpa izin sontak memunculkan pertanyaan besar tentang keamanan privasi. Apalagi, rekaman tersebut disebut-sebut kemudian digunakan sebagai bagian dari laporan hukum oleh pihak lain.

Pada Rabu (18/2/2026) malam, S, istri dari mantan sopir berinisial A, menjalani pemeriksaan intensif di Bareskrim Polri. 

Pemeriksaan itu disebut berkaitan langsung dengan dugaan distribusi rekaman CCTV rumah Inara.

Jika benar terjadi tanpa persetujuan pemilik rumah, maka hal ini berpotensi masuk dalam ranah pelanggaran privasi dan hukum pidana terkait akses ilegal sistem elektronik.

“Pada intinya bagaimana peran dan keterkaitan dari istri saksi A atau sopir ini berkaitan dengan rekaman CCTV. Kira-kira seperti itu,” ujar Sukardi usai pemeriksaan.

Terungkap isi obrolan grup yang beranggotakan semua karyawan Inara Rusli.
Terungkap isi obrolan grup yang beranggotakan semua karyawan Inara Rusli. (YouTube Curhat Bang Denny Sumargo)

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa S merupakan pihak pertama yang menyampaikan informasi mengenai dugaan hubungan khusus antara Inara Rusli dan Insanul Fahmi kepada Wardantina Mawa.

Hal ini bermula saat S menanyakan status pernikahan Insanul Fahmi kepada Wardantina.

Setelah mengetahui pria tersebut masih terikat pernikahan, S meneruskan informasi yang ia miliki.

“Peran istri si A ini penghubung pertama yang memberikan informasi, menanyakan terlebih dahulu apakah IF ini terikat pernikahan dengan M. Karena masih, akhirnya disampaikanlah hal tersebut,” jelas Sukardi.

Baca juga: Takut Jadi Tersangka? Awalnya Congkak, Inara Rusli Kini Memelas Minta Maaf ke Mawa: Aku Keliru

Isi Grup Percakapan Karyawan

S mendapatkan informasi mengenai kejadian di rumah Inara Rusli melalui sebuah grup percakapan digital yang berisi suaminya dan sejumlah karyawan Inara Rusli lainnya.

Grup tersebut menjadi tempat bagi para karyawan untuk membicarakan kedekatan Inara Rusli dengan Insanul Fahmi.

Sukardi menyebutkan bahwa isi percakapan di grup tersebut berisi keluhan para pekerja yang merasa tidak nyaman dengan kehadiran Insanul Fahmi.

Pria tersebut tercatat sudah datang ke kediaman Inara sebanyak lima kali.

“Obrolan di grup itu hanya berisikan gosip saja atau gibah terkait hubungan khusus antara IR dan IF. Jadi pada dasarnya semua ini antara asisten pribadi dan semua satu paham tindakan IR dan IF ini tidak patut,” ungkap Sukardi.

Keresahan para pekerja ini menjadi pemicu munculnya obrolan di grup tersebut hingga akhirnya menyebar ke pihak luar.

“IF itu sudah sekitar lima kali datang ke rumah IR sehingga antara pekerja-pekerja itu merasa risih. Sampailah kepada kesimpulan bahwa tindakan ini tidak patut,” tambahnya.

Status Laporan Hukum

Laporan awal diajukan oleh Inara Rusli pada November 2025 ke Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Ia melaporkan adanya akses ilegal setelah rekaman CCTV di rumahnya bocor dan sampai ke tangan Wardantina Mawa.

Rekaman itu kemudian dijadikan barang bukti laporan dugaan perzinaan di Polda Metro Jaya.

Saat ini, kasus berkembang menjadi dua jalur hukum.

Jalur pertama mengenai dugaan pelanggaran data elektronik yang dilaporkan Inara Rusli, dan jalur kedua mengenai dugaan perzinaan yang dilaporkan pihak lain.

Polisi masih melakukan penyidikan untuk mengungkap siapa yang mengambil data CCTV tersebut secara ilegal dan bagaimana alur penyebarannya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.