DS, penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan, menuai kontroversi usai mengunggah video di medsos soal status kewarganegaraan anaknya.
"Cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu...," seraya memperlihatkan paspor Inggris anaknya.
Pemilik akun @sasetyaningtyas itu akhirnya menghapus beberapa video terkait topik tersebut. Namun, polemik sudah meluas.
Fakta lain pun mencuat, suami DS berinisial API juga tercatat sebagai awardee beasiswa LPDP. Namun, LPDP mengungkapkan AP belum genap menjalankan kontribusinya ke negara setelah studi.
"Terkait suami Saudari DS, Saudara AP, yang juga menjadi perhatian publik dan merupakan alumnus LPDP, yang bersangkutan diduga belum menyelesaikan kewajiban kontribusinya setelah menamatkan studi," jelas LPDP yang mengeluarkan pernyataan di akun Threads resminya @lpdp_ri pada Jumat (20/2/2026) pukul 22.45 WIB.
LPDP saat ini melakukan pendalaman internal terkait dugaan tersebut.
"LPDP akan melakukan pemanggilan kepada Saudara AP untuk meminta klarifikasi, serta akan melakukan proses penindakan dan pengenaan sanksi sampai pengembalian seluruh dana beasiswa apabila terbukti bahwa kewajiban berkontribusi di Indonesia belum dipenuhi," tegas LPDP.
LPDP berkomitmen untuk menegakkan aturan secara adil, konsisten, dan bertanggung jawab kepada seluruh awardee dan alumni, serta terus menjaga integritas institusi dalam memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia.
Profil API Awardee LPDP
API menyelesaikan S1 di Institut Teknologi Bandung jurusan Ocean Engineering pada 2013 lalu. Ia kemudian melanjutkan program master di Utrecht University, Belanda dengan beasiswa LPDP.
API kemudian mendapat gelar Master of Science (MSc) dalam bidang Physical Geography pada 2016. Setelah itu, ia mendapatkan beasiswa lanjutan dari LPDP untuk mengambil gelar S3 di kampus yang sama. API mendapatkan gelar PhD pada 2022 dengan tesis yang berjudul 'Morphodynamics of channel networks in tide-influen ced deltas'
Dalam tesis PhD tersebut pada bagian Acknowledgement, API memang mengakui status sebagai awardee LPDP dengan menuliskan:
"I thank Indonesia Endowment Fund for Education (LPDP) for financial supports for my MSc and PhD. Since my PhD project is the extension of my master thesis project, without LPDP financial support for my MSc this PhD project has never existed. At first, I achieved LPDP scholarship for my master. After graduation, I achieved"beasiswa lanjutan"programme from LPDP to pursue my PhD where I extended my master thesis project into PhD research project."
Usai mendapatkan gelar PhD, dikutip dari akun LinkedIn API langsung berkarier sebagai Postdoctoral Researcher di University of Exeter secara penuh waktu mulai Oktober 2022. Setelah itu, ia melanjutkan karier sebagai Senior Research Consultant di University of Plymouth mulai Januari 2025 hingga kini.







