TRIBUNJAMBI.COM – Kepanikan luar biasa melanda warga di kawasan Arizona, Kelurahan Simpang III Sipin, Kota Jambi, pada Jumat (20/2/2026) malam.
Sebuah bangsal kayu berukuran besar milik usaha Binsanip Panen Rejeki ludes diamuk si jago merah dalam insiden kebakaran yang terjadi saat warga bersiap untuk beristirahat.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula sekitar pukul 21.45 WIB, ketika percikan api pertama kali terlihat dari bagian dalam bangsal kayu yang berlokasi di Jalan Sunan Kali Jaga, RT 02, Kota Jambi.
Material kayu yang kering dan menumpuk membuat api merambat dengan sangat cepat, menciptakan kobaran besar yang membubung tinggi hingga terlihat dari radius beberapa kilometer.
Warga sekitar yang menyadari adanya bahaya langsung berupaya melakukan pemadaman mandiri dengan alat seadanya, sembari menghubungi layanan darurat.
Aliran laporan masuk secara bergelombang melalui berbagai kanal resmi pemerintah.
Respons Kilat Pemadam Kebakaran
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari Affandi, menjelaskan pihaknya menerima laporan perdana tepat pada pukul 21.50 WIB.
Mengingat objek yang terbakar adalah bangsal kayu yang berisiko tinggi merembet ke pemukiman, tim langsung dikerahkan dengan status siaga penuh.
“Laporan masuk pukul 21.50 WIB melalui layanan WhatsApp Damkar, telepon, dan Call Center 112. Tim merespons dengan cepat, hanya butuh waktu lima menit perjalanan untuk mencapai lokasi setelah laporan diverifikasi,” ungkap Mustari Affandi di tengah hiruk-pikuk upaya pemadaman.
Setibanya di lokasi pada pukul 21.55 WIB, petugas langsung melakukan pemutusan arus api agar tidak menjalar ke bangunan di sekitarnya.
Baca juga: SMP 2 Sungai Penuh Kebakaran Tadi Pagi, Kantin dan 2 Ruang Kelas Terbakar
Baca juga: Eks Kajari HSU Melawan, Ajukan Praperadilan Status Tersangka Usai OTT KPK
Angin yang cukup kencang dan banyaknya material mudah terbakar menjadi kendala utama dalam proses lokalisir api.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dikuasai.
Meski tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini, kerugian materil diperkirakan mencapai angka yang cukup signifikan mengingat banyaknya stok kayu dan peralatan mesin yang berada di dalam bangsal.
Mengenai penyebab pasti kebakaran, Mustari menyatakan bahwa tim investigasi internal Damkartan bersama pihak kepolisian masih melakukan pendalaman di lapangan.
Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik atau faktor kelalaian di area produksi, namun kepastiannya masih menunggu hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Baca juga: Jadwal Bus Jakarta-Jambi 21 Februari 2026, Harga Rp430 Ribu
Baca juga: Rujukan Disebut Lancar Setelah Hubungi Orang Dalam, Sistem RSUD Sungai Penuh Dipertanyakan
Baca juga: Berkah Madani Farm Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Masyarakat Tanjabbar