TRIBUNJATIM.COM - AC Milan mendapat untung besar dalam satu musim dari hasil menjual pemainnya.
Keuntungan itu bahkan menjadi rekor tersendiri.
Keuntungan itu di antaranya dari hasil penjualan Jimenez ke Bournemouth dan Pobega ke Bologna.
Memang, AC Milan sempat mengalami pukulan finansial setelah absennya dari kompetisi Eropa musim ini.
Baca juga: AC Milan Berpeluang Rekrut Mantan Incaran Utamanya usai Banderol Diturunkan Dortmund
Tanpa partisipasi di Liga Champions, AC Milan diperkirakan kehilangan sekitar €80 juta (sekitar Rp1,58 triliun) dari sisi pendapatan.
Namun, strategi penjualan pemain justru menjadi penyelamat neraca keuangan klub.
Menurut laporan Calcio e Finanza, total keuntungan modal (capital gain) AC Milan musim ini mencapai €91,7 juta (sekitar Rp1,8 triliun) angka tertinggi dalam sejarah klub.
Jumlah itu bahkan masih berpotensi bertambah jika terjadi pembelian permanen pemain lain yang sedang dipinjamkan, seperti Samuel Chukwueze.
Sementara itu, Alvaro Morata juga dipastikan hengkang secara permanen setelah AC Milan membayar 5 juta euro (sekitar Rp99,5 miliar) kepada Galatasaray untuk mengakhiri masa peminjamannya, dan Rossoneri akan menerima dana 15 juta euro (sekitar Rp298 miliar) dari Como.
Dengan nilai sisa buku Morata sebesar 9,75 juta euro (sekitar Rp194 miliar), Milan diperkirakan membukukan keuntungan modal sekitar 5,25 juta euro (sekitar Rp104 miliar) dari transfer tersebut.
Nama lain yang hampir resmi dijual adalah Lorenzo Colombo.
Genoa siap mempermanenkan Colombo dengan nilai sekitar 10 juta euro (sekitar Rp199 miliar), yang berarti keuntungan penuh bagi AC Milan.
Sementara itu, Filippo Terracciano juga berpotensi menyumbang dana segar. Cremonese telah membayar biaya pinjaman satu musim sebesar 500 ribu euro (sekitar Rp9,9 miliar) dan memiliki kewajiban membeli senilai 3,5 juta euro (sekitar Rp69,6 miliar) jika mereka bertahan di liga.
Adapun penjualan terbesar datang dari bek Jerman, Malick Thiaw, yang dilepas ke Newcastle United dengan estimasi keuntungan modal €32,2 juta.
Sementara itu, kepindahan Theo Hernandez ke Al Hilal menghasilkan €22,1 juta.
Alex Jimenez berada di posisi ketiga dengan nilai €15,5 juta setelah transfernya ke AFC Bournemouth pada jendela transfer Januari 2026.
Perlu dicatat, keuntungan modal dihitung berdasarkan selisih nilai buku pemain dan harga jual, dengan sebagian dana tetap dialokasikan kepada Real Madrid sesuai klausul penjualan kembali.
Sedangkan Bologna telah memperbarui kesepakatan peminjaman Pobega dengan menambahkan klausul kewajiban mempermanenkan.
Klausul ini aktif setelah Bologna meraih poin pertama di bulan Februari, ketika mereka sukses mengalahkan Torino dengan skor 2-1 di laga tandang.
Berikut rincian lengkap keuntungan modal musim ini dengan total penjualan €91,7 juta:
Malick Thiaw ke Newcastle: €32,2 juta (sekitar Rp639 miliar)
Theo Hernandez ke Al Hilal: €22,1 juta (sekiar Rp438 miliar)
Alex Jimenez ke Bournemouth: €15,5 juta (sekitar Rp307 miliar)
Noah Okafor ke Leeds: €9,7 juta (sekitar Rp192 miliar)
Tommaso Pobega ke Bologna: €7 juta (sekitar Rp139 miliar)
Yacine Adli ke Al Shabab: €5,1 juta (sekitar Rp101 miliar)
Jika angka tersebut dikonfirmasi dalam laporan keuangan resmi per 30 Juni 2026, maka ini akan menjadi musim dengan keuntungan modal tertinggi dalam sejarah AC Milan.
Rekor sebelumnya terjadi pada musim 2001/2002 dengan €78 juta (sekitar Rp1,54 triliun), terutama berkat penjualan Francesco Coco dan Umit Davala ke Inter Milan.
2009 – ketika Kaka dijual ke Real Madrid
2024/2025 – saat Tijjani Reijnders pindah ke Manchester City
2012 – ditandai kepergian Thiago Silva dan Zlatan Ibrahimovic ke Paris
Keberhasilan mencatatkan keuntungan modal besar memang membantu menyeimbangkan kerugian akibat absennya dari kompetisi Eropa.
Namun, pertanyaan besar tetap muncul: apakah strategi ini menjadi fondasi pembangunan ulang skuad atau sekadar langkah darurat untuk menstabilkan finansial?
Dengan musim panas yang masih panjang, AC Milan bisa saja menambah angka tersebut lewat transfer lanjutan.
Yang jelas, dari sisi neraca keuangan, Rossoneri tengah menjalani musim yang memecahkan rekor.