Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung- Iqbal Maulana (24) warga Tangerang, Provinsi Banten harus menjalani operasi medis setelah jadi korban kebakaran pangkalan elpiji di Bandar Lampung.
Iqbal selamat dari insiden kebakaran hebat tersebut meski harus menderita luka bakar sekitar 50 persen. Kini dia menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung, Sabtu (21/2/2026).
Diketahui kebakaran yang mengakibatkan warga Tangerang tersebut harus mendapat perawatan intensif terjadi di wilayah Kelurahan Kota Sepang, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung, Jumat (20/2/2026) malam.
Humas RSUDAM Lampung Desy Yuanita membenarkan terkait keberadaan pasien yang masuk akibat kebakaran di Labuhan Ratu itu. Menurut dia, pasien tersebut sudah dikirim masuk ke ruang operasi.
"Sudah dikirim ke OK untuk operasi," ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Baca juga: Hampir Dua Jam, 9 Damkar Tanggulangi Kebakaran Pangkalan Elpiji di Bandar Lampung
Ditambahka Desy, setelah operasi, korban akan dipindahkan ke ruang rawat inap bedah pria
Dalam kebakaran pangkalan gas elpiji itu, tiga orang lainnya berhasil diselamatkan tanpa mengalami luka-luka. Yaitu Lin (50), Diny Saidah (55), dan seorang mahasiswi Lulu Ambiya (26).
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 22.56 WIB.
"Laporan masuk pukul 22.56 WIB dan unit pertama tiba di lokasi pukul 23.00 WIB dengan response time sekitar empat menit," ujarnya Anthoni, Sabtu (21/2/2026).
Sebanyak sembilan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Terdiri dari Unit Karba 019 Pos Siaga Way Halim, Supply 023 Pos Siaga Kedaton, dan Banteng 011 dan Supply 022 dari Mako Tendean.
Kemudian dari Badak 06 Pos Siaga Labuhan Ratu, Supply 04 Pos Siaga Tanjung Senang, Supply 05 Pos Siaga Langkapura, Bukit Asam 020 Pos Siaga Sukarame, serta Supply 02 Pos Siaga Kedamaian.
Total 39 personel diterjunkan untuk menjinakkan api yang membakar bangunan permanen seluas kurang lebih 400 meter persegi itu.
Proses pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 00.50 WIB, Sabtu (21/2/2026) dini hari, dengan total 17 tangki air digunakan.
Berdasarkan keterangan saksi, Qoharudin (62), kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dari termis luar bangunan.
Api dengan cepat merambat ke berbagai sisi ruangan hingga membesar dan menghanguskan seluruh bagian bangunan permanen yang digunakan sebagai pangkalan LPG.
Namun demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib.
Bangunan tersebut diketahui milik Atta (50), seorang wiraswasta.
Sementara pangkalan LPG dimiliki oleh Diny Saidah (55) dan dikelola oleh Indriantoro (50).
Akibat peristiwa ini, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta untuk pemilik bangunan dan Rp40 juta untuk pengelola pangkalan.
Dalam peristiwa tersebut, tiga warga yang berada di dalam bangunan berhasil diselamatkan, yakni Lin (50), Diny Saidah (55), serta Lulu Ambiya (26), mahasiswi Universitas Lampung jurusan Biologi.
Sementara itu, seorang korban bernama Iqbal Maulana (24), warga Tanjung Burung, Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten, mengalami luka bakar sekitar 50 persen.
Sejumlah aset berhasil diselamatkan dari lokasi kebakaran, di antaranya satu unit truk Mitsubishi Fuso pengangkut gas, satu unit sepeda motor Honda Beat Deluxe, serta emas seberat 25 gram senilai sekitar Rp 68 juta.
Pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik guna mencegah potensi korsleting yang dapat memicu kebakaran, terutama pada bangunan usaha yang menyimpan bahan mudah terbakar seperti gas LPG.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )