TRIBUNMANADO.CO.ID,LOLAK - Ada pemandangan lain di jalan desa Bantik, Kecamatan Bolaang Timur, Kabupaten Bolmong, Sulawesi Utara.
Terlihat pohon pisang berada di tengah jalan.
Ternyata pohon pinang tersebut sengaja ditanam oleh warga, Jumat 20 Februari 2026.
Baca juga: Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Desa Bantik Bolmong Tutup Lubang Jalan dengan Pohon Pisang
Lantaran warga protes terhadap kondisi jalan yang rusak parah, dan belum ada perbaikan.
Ada beberapa lubang yang mereka tanami pohon pisang.
Mereka sangat membutuhkan perhatian pemerintah untuk memperbaiki jalan yang rusak tersebut.
Menurut Sandy seorang warga, jalan tersebut rusak sangat parah.
Bahkan, ia menuturkan pernah terjadi kecelakaan akibat jalan rusak tersebut.
"Sekarang kerusakannya sudah sangat parah," ungkapnya, Jumat 20 Februari 2026.
"Bahkan pernah ada yang mengalami kecelakaan akibat jalan rusak ini," katanya lagi.
Ia menegaskan penanaman pohon pisang ini merupakan bentuk protes terhadap kinerja BPJN Sulawesi Utara (Sulut).
Pasalnya jalan tersebut adalah kewenangan BPJN Sulut.
"Pernah ditampal oleh warga pakai semen, tapi karena hujan rusak lagi," tegasnya.
"Malahan kini lubangnya kian besar dan membahayakan pengendara," ucap dia.
Sementara itu, Samsu warga lainnya meminta agar BPJN Sulut tak tutup mata terkait jalan rusak di Bolmong.
"Di Bantik ini hanya salah satunya. Dari Poigar sampai Inobonto ada puluhan lubang jalan yang tak diperbaiki," tegasnya.
Pria dua orang anak ini menegaskan kinerja BPJN Sulut belakangan ini kian buruk.
"Banyak sekali jalan rusak yang dibiarkan, apalagi di Bolmong. Makanya saya minta agar BPJN Sulut bisa segera melakukan perbaikan," tegasnya.
Bantik adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Bolaang Timur, Kabupaten Bolmong.
Desa ini menjadi pusat kebudayaan dan komunikasi bagi Suku Bantik Sumoit di wilayah tersebut.
Jarak desa Bantik dengan Kota Manado bisa ditempuh dalam tiga jam.
Desa Bantik merupakan salah satu contoh eksistensi Suku Bantik di luar wilayah Minahasa, yang mempertahankan warisan budaya dan bahasanya. (NIE)