Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Satu tahun kepemimpinan Wali Kota, Bodewin Wattimena dan Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, berbagai program telah dicapai.
Namun, pengangguran dan kemiskinan masih menjadi tantangan pemerintah kota.
Menurutnya Bodewin Wattimena, CPNS dan pengangkatan tenaga kerja lainnya bulan lagi solusi efektif.
Pasalnya, kuota yang tersedia sangat terbatas dan tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja yang terus bertambah setiap tahun.
Selain itu, saat ini Pemkot Ambon tidak lagi ada pembukaan penerimaan pegawai baru, karena telah mengalami kelebihan jumlah.
Sehingga, satu-satunya upaya yang dilakukan yaitu membuka ruang investasi di kota Ambon.
Baca juga: Temu Karya Karang Taruna Maluku 2026: PNKT Tegaskan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah
Baca juga: Refleksi Setahun Pemerintahan, Bupati SBT Siapkan Hadiah untuk 5 Kritikus Terbaik
“Lapangan kerja tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. CPNS terbatas. Honorer juga tidak mungkin terus ditambah. Satu-satunya jalan adalah membuka ruang investasi,” kata Wattimena dalam konferensi pers di Ruang Vlesingen, Balai Kota Ambon, Jumat (20/02/2026).
Ditegaskan, investasi menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja baru di Kota Ambon.
Karena itu, Pemkot Ambon berupaya memberikan kemudahan bagi investor agar tertarik menanamkan modal.
Namun, disisi lain Wattimena juga mengingatkan terkait keamanan dan stabilitas daerah.
Wilayah dan kondusif akan meningkatkan minat investor untuk berinvestasi.
Sehingga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
“Jangan berharap investor datang kalau kondisi kota tidak aman. Kalau situasi kacau, orang takut berinvestasi. Tanpa investasi, tidak ada lapangan kerja,” tungkasnya.
Tak hanya permasalahan internal, Wali Kota juga menyentil pemerintah kabupaten/kota lain yang berada di Provinsi Maluku.
Ia menduga peningkatan pengangguran bukan berasal dari masyarakat Kota Ambon tetapi dari berbagai wilayah yang bertumpu di Kota bertajuk manise ini.
Sehingga ia berharap, pimpinan daerah lain dapat meningkatkan potensi terutama di sektor pertanian, perikanan, serta industri kecil dan pengolahan, sehingga masyarakat tidak harus datang ke Ambon untuk mencari pekerjaan.
“Kalau daerah punya potensi pertanian atau perikanan, kembangkan. Bangun industri kecil atau pengolahan. Jangan semua datang ke Ambon mencari kerja,” tuturnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa upaya tersebut membutuhkan dukungan bersama, baik dari masyarakat maupun pemerintah daerah lain di Maluku.
“Ini bukan hanya tugas pemerintah kota. Ini tanggung jawab bersama,” tandasnya. (*)