SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 mengenai pengeluaran per kapita yang disesuaikan, Kota Palembang mencatatkan angka biaya hidup yang bersaing ketat dengan kota-kota di Provinsi Bali.
Data ini memberikan gambaran riil mengenai daya beli masyarakat dan rata-rata konsumsi rumah tangga di kedua wilayah yang memiliki karakteristik ekonomi berbeda.
Indikator pengeluaran per kapita per tahun ini merangkum biaya konsumsi makanan dan non-makanan yang dikeluarkan oleh rata-rata penduduk dalam satu tahun.
Berikut perbandingan biaya hidup Palembang vs sejumlah kota di Bali 2025 dikutip dari BPS pada Sabtu (21/2/2026).
Kota Palembang mencatatkan angka pengeluaran per kapita per tahun sebesar Rp 16.725.000
Angka ini menunjukkan posisi Palembang sebagai pusat konsumsi yang cukup tinggi di Sumsel.
Sementara itu, Kota Denpasar sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan di Bali, mencatatkan pengeluaran per kapita sebesar Rp 21.185.000 per tahun.
Dengan selisih sekitar Rp 500 ribuan per tahun Denpasar masih memiliki standar biaya hidup yang sedikit lebih tinggi dibanding Palembang, didorong oleh tingginya sektor jasa dan perputaran ekonomi pariwisata urban.
Hal menarik terlihat saat membandingkan Palembang dengan kabupaten penyangga pariwisata utama di Bali seperti Badung dan Gianyar.
Meskipun dikenal sebagai pusat hotel mewah dan destinasi dunia, rata-rata pengeluaran penduduk lokalnya berada di bawah Palembang.
Kabupaten Badung mencatatkan pengeluaran per kapita sebesar Rp 19.004.000 per tahun.
Sedangkan Gianyar Rp 16.244.000 per tahun
Rendahnya angka di wilayah ini dibandingkan Palembang menunjukkan bahwa meski harga di kawasan wisata tinggi bagi turis, rata-rata pengeluaran hidup penduduk lokal untuk kebutuhan pokok masih lebih efisien atau rendah dibandingkan di metropolitan Palembang.