Hari Ketiga Ramadan 2026 Harga Rica Gorontalo Tembus Rp75 Ribu per Kg
Wawan Akuba February 21, 2026 02:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM,Gorontalo — Harga cabai rawit di Pasar Sentral Gorontalo Kota Gorontalo , Provinsi Gorontalo mengalami lonjakan signifikan pada hari ketiga Ramadan 1447 Hijriah. 

Berdasarkan pantauan Tribun Gorontalo, Sabtu (21/2/2026), harga cabai rawit kini menembus Rp75.000 per kilogram, naik cukup tajam dibandingkan awal Ramadan.

Perlu diketahui bahwa Pasar Sentral Kota Gorontalo terletak di Kecamatan Kota Selatan. 

Pasar ini merupakan pasar harian yang masih menjadi rujukan masyarakat.

Dimana pasar ini memiliki dua lantai untuk lantai pertama tempat berjualan kebutuhan dapur, pakaian dan alat-alat rumah tangga lain.

Sedangkan di lantai dua saat ini telah dimanfaatkan sebagai pasar hobi yang menawarkan sejumlah ikan hias, satwa liar, kucing peliharaan, tamiya, layang-layang.

Baca juga: Harga Daging Mulai Naik di Pasar Sentral Kota Gorontalo saat Ramadan

Salah seorang pedagang rempah-rempah, Dany Lamusu, mengatakan kenaikan harga cabai rawit sudah terasa sejak hari pertama puasa. 

Menurutnya, di awal Ramadan cabai rawit masih dijual di kisaran Rp60.000 per kilogram, namun terus bergerak naik hingga hari ketiga.

“Untuk rica memang sudah naik dari awal Ramadan. Hari pertama puasa masih di Rp60.000 satu kilo, sekarang di hari ketiga sudah sampai Rp75.000. Kenaikannya terasa sekali, apalagi ini baru awal-awal puasa,” ujar 
Dany saat ditemui di lapaknya.

PASAR -- Potret Pasar Sentral Kota Gorontalo siang
PASAR -- Potret Pasar Sentral Kota Gorontalo siang ini, Sabtu (21/2/2026). Terlihat sejumlah komoditas dijual.

Ia menjelaskan, bukan hanya cabai rawit yang mengalami kenaikan. 

Cabai kriting juga ikut merangkak naik. 

Saat ini, cabai kriting dijual dengan harga Rp45.000 per kilogram, padahal pada pekan lalu masih berada di kisaran Rp31.000 per kilogram.

“Cabai kriting juga naik. Minggu kemarin masih Rp31.000 per kilo, sekarang sudah Rp45.000. Jadi hampir semua jenis cabai ikut naik,” katanya.

Sementara itu, harga bawang merah terpantau masih relatif stabil. 

Ia menyebutkan bawang merah masih dijual di kisaran Rp45.000 per kilogram. 

Untuk tomat, harga cenderung fluktuatif dan mengalami naik turun dalam beberapa hari terakhir.

“Kalau tomat itu naik turun. Kemarin sempat Rp12.000, tadi pagi ada yang jual Rp8.000 sampai Rp10.000 satu kilo. Jadi memang tidak menentu,” ujarnya.

Dari sisi ketersediaan barang, Dany memastikan stok bahan pokok di Pasar Sentral Gorontalo masih aman. 

Pasokan dari distributor dan petani masih berjalan normal dan belum ada tanda-tanda kelangkaan.

“Kalau stok sendiri aman-aman saja. Barang masih ada, belum ada yang kosong. Jadi ini bukan karena stok habis, tapi memang harga yang naik,” jelasnya.

Meski harga cabai rawit melonjak, aktivitas jual beli di pasar justru masih terpantau sepi. 

Menurut Dany, kondisi ini wajar karena Ramadan baru memasuki hari-hari awal. Biasanya, lonjakan pembeli baru terasa saat memasuki pertengahan bulan puasa.

“Kalau sekarang masih awal-awal puasa, jadi agak sepi. Biasanya nanti mulai ramai itu pas sudah pertengahan Ramadan,” tuturnya.

Pedagang lain Iyam Sadu, mengatakan harga beras secara umum masih relatif stabil, meski ada beberapa jenis yang mengalami kenaikan tipis.

“Kalau beras sebagian besar masih stabil. Cuma ada beberapa yang naik sedikit, seperti beras Pulo yang naik Rp2.000 per kilo,” ujar Iyam.

Ia menyebutkan, beras Pandan Wangi saat ini dijual Rp18.000 per kilogram masih sama dengan kemarin.

Beras Pulo dijual Rp25.000 per kilogram, naik dari harga sebelumnya Rp23.000 per kilogram. 

Sementara beras Super Win dijual Rp16.000 per kilogram, beras Berlian Rp17.000 per kilogram, dan beras Cihera Rp15.000 per kilogram.

Untuk komoditas minyak, Iyam mengatakan harga minyak kelapa masih stabil di angka Rp28.000 per liter. 

Sementara minyak goreng kemasan dijual bervariasi, mulai dari Rp13.000 hingga Rp14.500 per liter, tergantung merek.

“Minyak masih stabil. Ada yang Rp13.000, ada juga Rp14.500 per liter. Belum ada kenaikan,” katanya.

Dari sisi pembeli, kenaikan harga bahan pokok mulai dirasakan cukup memberatkan. 

Salah seorang pembeli, Jihan Wakid, mengaku banyak masyarakat mengeluhkan harga kebutuhan dapur yang cenderung naik di awal Ramadan.

"Banyak yang mengeluh, Pak. Apalagi yang kurang mampu. Yang mampu mungkin masih bisa, tapi yang kurang mampu ini berat sekali,” ujar Jihan.

Ia menilai kondisi pasar saat ini terasa lebih sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Menurutnya, berkurangnya pembeli turut berdampak pada pedagang yang menggantungkan hidup dari pasar.

“Pasarnya agak sepi, kelihatan sunyi. Pedagang juga mengeluh karena pembeli kurang. Kalau dibandingkan dengan pasar dulu, sekarang ini jauh lebih sepi,” katanya.

Jihan menyebutkan, komoditas yang paling dirasakan kenaikannya oleh masyarakat adalah bawang merah dan aneka bumbu dapur, baik ukuran kecil maupun besar. 

Selain itu, harga ikan juga mulai mengalami kenaikan.

“Yang paling terasa itu bawang merah, bumbu kecil dan besar. Ikan juga naik. Itu yang paling dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah bisa turun langsung ke pasar untuk melihat kondisi pedagang dan pembeli, sekaligus mencari solusi agar harga bahan pokok bisa lebih terkendali selama Ramadan.

“Harapan saya, terutama ke Pak Wali Kota, supaya bisa turun langsung ke pasar, lihat kondisi di sini. Insya Allah pemerintah bisa membantu menstabilkan harga,” ucapnya.

Daftar Harga Bahan Pokok di Pasar Sentral Gorontalo

Cabai Rawit: Rp75.000/kg (awal Ramadan Rp60.000/kg)

Cabai Keriting: Rp45.000/kg (minggu lalu Rp31.000/kg)

Bawang Merah: Rp45.000/kg (stabil)

Tomat: Rp8.000–Rp10.000/kg (sebelumnya Rp12.000/kg)

Beras:

Pandan Wangi: Rp18.000/kg

Pulo: Rp25.000/kg (naik dari Rp23.000/kg)

Super Win: Rp16.000/kg

Berlian: Rp17.000/kg

Cihera: Rp15.000/kg

Minyak:

Minyak kelapa kampung: Rp28.000/liter

Minyak goreng kemasan: Rp13.000–Rp14.500/liter

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.