Kalah Lagi, Ketua KSVU Agus Salim Meminta Manajemen PSM Makassar Evaluasi Tomas Trucha
Sudirman February 21, 2026 03:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Rentetan hasil minor didapatkan PSM Makassar di tangan Tomas Trucha.

Ketua Umum Komunitas Suporter VIP Utama (KSVU), Muh Agus Salim, mendesak Manajemen PSM Makassar mengevaluasi Tomas Trucha di kursi kepelatihan.

Termasuk, evaluasi pemain yang tampil buruk.

Tomas Trucha ditunjuk menukangi PSM Makassar sejak 28 Oktober 2025.

Namun, juru taktik berkewarganegaraan Republik Ceko itu gagal mengangkat performa Juku Eja.

Dari 13 pertandingan dijalani, hanya 14 poin disumbangkan.

Hasil empat kemenangan, dua imbang tujuh kekalahan.

Baca juga: Kritik Keras Tomas Trucha Usai PSM Makassar Dikalahkan Persija: Tanpa VAR Laga Berjalan Berbeda

Bahkan, PSM Makassar sempat tujuh laga puasa kemenangan.

Terbaru, PSM Makassar takluk dari Persija Jakarta  pada pekan 22 Super League 2025/2026, Jumat (20/2/2026).

PSM Makassar tumbang 1-2 dari Persija di Jakarta International Stadium (JIS), Kota Jakarta Utara, DKI Jakarta.

Kekalahan tersebut membuat klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) semakin jauh dari target awal, finish di lima besar.

Mereka tertahan di posisi 13 dengan 23 poin. Selisih 12 poin dari Persebaya di urutan lima klasemen sementara.

Makanya, desakan evaluasi kinerja Tomas Trucha kini menggaung.

"Manajemen PSM harus evaluasi pelatih dan beberapa pemain yang tampil buruk," tegas Ketua Umum KSVU Agus Salim saat dihubungi Tribun-Timur.com, Sabtu (21/2/2026).

Agus menyebut, PSM Makassar seperti kehilangan karakternya sejak diarsiteki Tomas Trucha.

Pelatih berusia 54 tahun itu mengubah total pola dan gaya bermain Yuran Fernandes cs.

Dampaknya, cukup sistemik dalam organisasi dan gaya main PSM Makassar.

"Sejak dulu PSM Makassar terkenal dengan gaya bermain cepat keras, namun, tidak kasar," sebut Ketua Presidium Nasional Suporter Sepak Bola Indonesia (PN-SSI) untuk wilayah Sulawesi ini.

Bagi Agus, kekalahan dari Persija harus diakui. 

PSM Makassar kalah dari berbagai sisi dari Macan Kemayoran.

Ditambah lagi, kiper PSM Makassar Reza Arya Pratama berulang kali blunder.

Bahkan, gol kemenangan Persija dicetak Maxwell di menit 67 dari kesalahan penjaga gawang berusia 25 tahun tersebut.

Koordinasi antar lini kurang serta pemain asing direkrut kurang kontribusi.

"Sepanjang pertandingan koordinasi antar lini masih sangat kurang, para pemain asing yang didatangkan masih belum menunjukkan kualitasnya," sebutnya

Agus berharap, Laskar Ayam Jantan dari Timur segera bangkit.

Kekalahan dari Persija semoga menjadi yang terakhir.

Sehingga, PSM Makassar bisa merangkak naik ke papan atas klasemen.

"Semoga kekalahan lawan persija adalah kekalahan terakhir. Peran fungsi manajemen untuk mengembalikan performa tim dengan evaluasi," pungkasnya.

VAR Tak Berfungsi

Pelatih PSM Makassar Tomas Trucha geram tak berfungsinya Video Assistant Referee (VAR) saat melawan Persija.

Perangkat pertandingan pun bekerja untuk memperbaiki VAR sebelum kick off dimulai.

“Kita menunggu, menunggu dan hampir dimulai babak pertama, kita tak mendapatkan kabar, masih saja nihil informasi. Sampai kita mendapat pengumuman di papan stadium (VAR tak berfungsi), kita sampaikan ke pemain,” ungkapnya saat konferensi pers usai pertandingan, Jumat (20/2/2026).

Menurut pelatih berusia 54 tahun itu, tak adanya VAR membuat laga berjalan berbeda.

Bukan hanya untuk PSM Makasar, tapi bagi Persija juga. Termasuk, kepada perangkat pertandingan dalam mengambil keputusan.

Tomas Trucha kilas balik ke pertandingan PSM Makassar saat menjamu Dewa United di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (14/2/2026).

Kala itu, bek sayap kirinya Victor Luiz diganjar kartu merah oleh wasit setelah meninjau ulang VAR akibat tekel terhadap Ricky Kambuaya di menit 75.

Padahal, kata dia, Victor Luiz tak berniat mencederai Ricky Kambuaya.

Pemain nomor punggung 22 PSM Makassar itu hanya berniat memenangkan duel, bekerja keras, dan bertarung di lapangan.

Hal sama dilihatnya terjadi di laga PSM Makassar vs Persija. Banyak pelanggaran dilakukan tim lawan kepada anak asuhnya tak berujung kartu.

Andaikata VAR ada, bisa saja wasit mengambil keputusan dengan bagus.

“Jika ada VAR, tentu akan berbeda. Perangkat pertandingan bisa melihat dan menentukan keputusan yang bagus,” keluhnya.

“Baru bisa kita lihat kejadian di hari ini, pertarungan dan duel yang terjadi, wasit bisa lihat dan VAR, bisa melihat ada insiden possible red card,” tambah Tomas Trucha.

Pelatih berpaspor Republik Ceko ini pun meminta penjelasan pihak terkait karena tak berfungsinya VAR.

Menurutnya, hal ini sangat penting. Apalagi menyangkut fair play.

“Pada saat VAR itu sudah difungsikan sepak bola ini, seharusnya di setiap pertandingan, ada sembilan pertandingan setiap minggu, VAR harus berfungsi di sembilan pertandingan ini,” pintanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.