Kesaksian Tetangga: Detik-detik Rumah Warga Kragilan Serang Ambruk, Ada Suara Gemuruh
Abdul Rosid February 21, 2026 04:00 PM

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Rumah milik Abdul Karim, warga Desa Jeruk Nipis, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten ambruk pada Sabtu, (21/2/2026).

Tetangga Abdul Karim, Deden mengaku sedang tidur ketika mendengar suara gemuruh dari arah rumah korban. Peristiwa itu terjadi sekira pukul 05.00 WIB, bertepatan dengan hujan yang turun sejak dini hari.

"Waktu itu subuh sekitar jam lima, saya dengar suara seperti gemuruh. Karena hujan, awalnya saya kira suara hujan deras," kata Deden kepada TribunBanten.com.

Baca juga: Subuh Pilu di Kragilan Serang! Abdul Karim Pasrah Rumahnya Hancur, Asal Sang Ibu Tercinta Selamat

Ia menjelaskan, rumahnya berdempetan langsung dengan rumah Abdul Karim, sehingga suara robohnya bangunan terdengar jelas, terutama saat runtuhan menimpa tembok rumahnya.

"Rumah saya berdempetan. Bangunan yang roboh itu jatuh ke tembok rumah saya, jadi suaranya terdengar jelas," ujarnya.

Merasa ada yang tidak beres, Deden mengintip dari jendela dan melihat kondisi tembok rumah Abdul Karim sudah miring.

"Saya sempat lihat dari jendela, posisi tembok rumah Abdul Karim sudah miring. Tidak lama kemudian langsung roboh," jelasnya.

Ia kemudian keluar rumah dan mendapati Abdul Karim bersama ibunya sudah berada di luar dalam keadaan selamat.

"Saya langsung keluar, tahu-tahu Abdul Karim dan ibunya sudah di depan rumah saya," katanya.

Menurut Deden, penyebab ambruknya rumah tersebut bukan karena cuaca, melainkan kondisi bangunan yang sudah tua dan banyak retakan.

"Kalau menurut saya bukan karena hujan. Bangunannya sudah tua dan temboknya memang sudah retak-retak," tegasnya.

Ia menilai rumah tersebut seharusnya masuk kategori tidak layak huni.

"Seharusnya ini sudah masuk rumah tidak layak huni, karena kondisi temboknya sudah banyak retak," pungkas Deden.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya pendataan dan penanganan rumah tidak layak huni agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.