Tragis! Bocah di Sukabumi Dianiaya Ibu Tiri hingga Tewas, Akui Dipaksa Minum Air Panas & Dipukul
Lulu Adzizah F February 21, 2026 05:42 PM

Bocah itu mengaku disuruh minum air panas oleh ibu tirinya.

Pengakuan NS sebelum meninggal dunia itu pun viral di media sosial.

NS merupakan bocah asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi.

Kejadian itu berawal saat sang ayah, Anwar Satibi tiba-tiba ditelepon oleh istrinya.

Saat itu Anwar baru dua hari meninggalkan rumah karena bekerja di luar kota.

Sang istri menelepon dan mengabari kalau anaknya sakit panas hingga bicara 'melantur'.

Anwar pun buru-buru pulang ke rumahnya dan kaget menemukan kondisi NS melepuh di bagian kulitnya.

Sang istri berdalih kalau melepuh tesebut disebabkan oleh demam.

Korban pun akhirnya dilarikan ke rumah sakit, dan membuat sebuah pengakuan saat di IGD RS Jampang Kulon.

Pada video yang beredar di media sosial, sang ibu tiri tampak sedang menjelaskan kondisi NS.

Kemudian datang seorang pria yang dituakan oleh mereka menghampiri NS.

Pria itu mencoba mengajak NS berbicara soal kondisi yang dialaminya.

Dengan napas terengah-engah, NS awalnya tidak mau jujur.

"Ini kenapa atuh?," tanya pria itu.

Dalam kondisi lemas, ia pun menyebut nama ibu tirinya.

"Mamah," kata NS.

"Ku mamah?," tanya pria itu.

NS pun lalu menganggukan kepalanya.

"Tuh kan, ku mamah kan," kata pria itu lagi sambil menangok ke arah ibu tiri koban yang bediri di sampingnya.

Lalu NS pun menunjuk bagian telinganya.

Saat sang ibu tiri hendak mengecek telinga korban, sang ayah pun murka dan memukul istrinya.

Namun hal itu buru-buru direda oleh pria tersebut.

Sang ibu tiri pun tetap berdalih kalau dirinya tidak melakukan pemukulan apapun.

Melihat itu, sang ayah pun menangis membayangkan apa yang terjadi pada anaknya.

Ia mengaku sempat dipukul oleh ibu tirinya lalu terjatuh dan tidak sadar.

NS pun tidak ingat kenapa tubuhnya bisa melepuh seperti itu.

Selain dipukul, NS juga mengaku kalau dirinya sempat disuruh minum air panas.

"Disuruh makan air panas," kata korban lagi.

Naas setelah membuat pengakuan itu, NS tidak bisa lagi bertahan hingga akhirnya meninggal duni di ruang ICU RS Jampang Kulon.

Kepala Instalasi Forensik, Kombes dr Carles Siagian mengungkap adanya luka bakar di lengan, kaki kanan, kii, hingga punggung.

Yang paling mencolok, kata dia, ditemukan luka baka lama yang sudah pemanen di area bibir atas dan hidung.

"Sepertinya terkena panas yang menyebabkan luka bakar. Namun luka tersebut seharusnya tidak menyebabkan kematian," kata dia.

Namun ada kejanggalan saat tim forensik memeriksa bagian organ dalam.

Ditemukan kondisi paru-paru korban yang sedikit membengkak.

Karena luka di tubuh korban dianggap tidak mematikan, tim forensik kini mencari adanya fakto lain di dalam tubuh korban.

"Kami sudah mengambil sampel organ untuk diuji laboratorium di Jakarta. Kami ingin mengetahui apakah ada zat-zat tertentu di dalam organ," jelasnya.

Meski isu dugaan penganiayaan oleh ibu tiri viral di media sosial, dr Carles menegaskan bahwa pihaknya tidak menemukan tanda-tanda kekeasan akibat benda tumpul.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.