Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Komitmen kebangkitan organisasi kepemudaan ditegaskan dalam Temu Karya Karang Taruna Provinsi Maluku bertema “Satukan Gerakan Wujudkan Indonesia Emas 2045” yang digelar di Santika Premiere Hotel, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Sabtu (21/2/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting konsolidasi organisasi sekaligus pemilihan Ketua Karang Taruna Provinsi Maluku secara definitif, setelah sebelumnya organisasi tersebut sempat mengalami kekosongan kepengurusan.
Dari Kekosongan hingga Konsolidasi
Karateker Ketua Karang Taruna Maluku, Halimun Saulatu, mengungkapkan bahwa saat dirinya diminta mengambil tanggung jawab memimpin sementara, kondisi organisasi di tingkat provinsi tidak berjalan.
Menurutnya, setelah dilakukan penelusuran, tidak ditemukan kepengurusan aktif di Maluku.
Padahal secara historis Karang Taruna dikenal sebagai organisasi sosial kepemudaan yang hadir hingga tingkat desa, negeri, dan kelurahan.
“Waktu itu kosong sama sekali kepengurusan. Tidak ada struktur yang berjalan,” ujarnya dalam sambutan.
Namun melalui kerja bersama sejumlah fungsionaris, Karang Taruna Maluku kini telah berhasil membentuk enam kepengurusan resmi di tingkat kabupaten/kota.
Temu karya ini pun menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat legitimasi dan arah organisasi.
Baca juga: Temu Karya Karang Taruna Maluku: Satukan Gerakan Menuju Indonesia Emas 2045
Baca juga: Korupsi Pajak Sertifikasi Guru, Eks Bendahara Disdik MBD Dipenjara 1,10 Tahun
Bukan Sekadar Mekanisme Organisasi
Halimun menegaskan bahwa temu karya bukan sekadar agenda seremonial atau formalitas organisasi.
“Ini momentum refleksi dan evaluasi diri. Kita harus mempertegas posisi Karang Taruna di Provinsi Maluku,” katanya.
Ia menekankan bahwa Karang Taruna harus menjadi organisasi yang memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, bukan sekadar simbol atau retorika.
“Kita tidak ingin jadi organisasi yang hanya omon-omon. Kita ingin benar-benar membantu Pemerintah Provinsi Maluku untuk Maluku yang lebih baik,” tegasnya.
Tegaskan Dukungan terhadap Pemerintah
Dalam pernyataannya, Halimun juga menegaskan bahwa Karang Taruna merupakan organisasi yang bermitra dengan pemerintah.
“Karang Taruna ini bukan organisasi oposisi. Ini organisasi plat merah,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh pengurus di tingkat kabupaten/kota untuk tetap mendukung kepala daerah masing-masing tanpa melihat perbedaan latar belakang politik.
Menurutnya, ketika seseorang telah mengambil tanggung jawab sebagai Ketua Karang Taruna, maka komitmennya adalah mendukung pemerintahan dari pusat hingga tingkat daerah.
Menuju Indonesia Emas 2045
Dengan mengusung tema besar menyongsong Indonesia Emas 2045, Temu Karya Karang Taruna Maluku diharapkan menjadi titik awal penguatan peran pemuda dalam pembangunan sosial dan ekonomi daerah.
Dari kondisi tanpa kepengurusan hingga terbentuknya enam struktur resmi, kebangkitan Karang Taruna Maluku menjadi bukti bahwa konsistensi dan kemauan kolektif mampu menghidupkan kembali organisasi.
Kini, tantangan berikutnya adalah memastikan gerakan pemuda ini benar-benar hadir di tengah masyarakat sebagai mitra strategis pemerintah dan motor perubahan di Provinsi Maluku.(*)