Dua Jembatan Hancur dan Gedung PAUD Rusak Diterjang Banjir di Bondowoso
Haorrahman February 21, 2026 06:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso -  Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Gubrih, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, menyebabkan dua jembatan warga hancur pada Sabtu (21/2/2026). Selain itu, fondasi gedung PAUD Purnama Sari mengalami longsor hingga memicu keretakan pada dinding bangunan.

Kepala Desa Gubrih, Dulbari, menjelaskan hujan lebat terjadi sejak Jumat malam dan memicu sungai meluap. Derasnya arus membawa material kayu berukuran besar yang menghantam infrastruktur warga.

"Ada satu pohon sengon yang sangat besar patah dan terbawa arus air," jelas Dulbari.

Baca juga: Beberapa Titik Longsor Terjadi di Dua Desa Kecamatan Pakem Bondowoso

Batang pohon tersebut menghantam dua jembatan swadaya yang dibangun warga pada 2022. Jembatan pertama memiliki panjang 20 meter dengan lebar 1,5 meter, sedangkan jembatan kedua sepanjang 11 meter dengan lebar sama. Keduanya kini hancur total.

Dua jembatan tersebut merupakan akses utama warga menuju area persawahan. Dengan kondisi saat ini, warga terpaksa menyeberangi sungai secara langsung untuk beraktivitas.

"Warga harus menyeberangi sungai. Arusnya deras dan ini sangat berisiko bagi keselamatan warga," ujarnya.

Baca juga: Pencuri Berjaket Hitam di Bondowoso Kian Meresahkan, Warga Minta Polisi Bertindak

Pembuatan jembatan darurat belum memungkinkan karena debit air masih tinggi dan arus sungai cukup deras.

Gedung PAUD Rusak

Selain jembatan, dampak banjir juga mengenai gedung PAUD Purnama Sari. Sisi fondasi bangunan mengalami longsor sehingga beberapa bagian dinding retak.

Beruntung, kejadian berlangsung saat masa libur awal Ramadan sehingga tidak ada aktivitas belajar mengajar dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Pemerintah Desa Gubrih akan berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait proses pembelajaran bagi sekitar 30 siswa yang dijadwalkan masuk kembali pada 23 Februari 2026.

"Saya akan berkoordinasi dengan Kepala PAUD. Mengingat kondisinya berbahaya, kemungkinan lokasi belajar dipindahkan sementara," kata Dulbari.

BPBD Bondowoso Turun Tangan dan Siaga 24 Jam
Kepala Bidang Logistik, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Bondowoso, Tugas Riski Bahana, memastikan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen.

"Data sudah kami kumpulkan," ujarnya.

Baca juga: Hanya Satu Bulan Terjadi 70 Bencana di Bondowoso, Pemkab Gelar Rakor Kesiapsiagaan

Ia juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan prediksi BMKG, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi pada 20–26 Februari 2026. Wilayah Jawa Timur disebut berada dalam status siaga hujan lebat.

TRC dan Pusdalops bersiaga selama 24 jam. BPBD juga menyalurkan bantuan berupa peralatan kerja bakti seperti sekop dan terpal untuk mendukung gotong royong warga.

 


© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.