TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kabar duka datang dari mantan bupati gianyar ke-9, Anak Agung Gde Agung Bharata yang meninggal di usia 76 tahun.
Beliau meninggal menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Sanjiwani pada pukul 13.36 WITA.
Anak Agung Gde Agung Bharata lahir pada 23 Juni 1949 dan menjabat sebagai Bupati Gianyar selama dua periode.
Sebelumnya, ia pernah bertugas di Sekretariat Negara RI dan menjadi Kepala Istana Kepresidenan Tampaksiring pada 1997-2003.
Baca juga: Koster Enggan Beberkan Hasil Pertemuan Bahas TPA Suwung, Penutupan Tunggu Info Menteri
Bupati Gianyar periode 2003-2008 dan 2013-2018, Anak Agung Gde Agung Bharata, SH. Bertepatan dengan purnama sasih kasa, tanggal 16 Juli 2019, penglingsir Puri Gianyar ini madwijati menjadi sulinggih bergelar Ida Bhagawan Blebar Gianyar.
Sebagai seorang sulinggih, Ida Bhagawan semakin memantapkan langkah untuk menjalani kehidupan spiritual.
Baca juga: Momentum Ramadhan, Idul Fitri dan Nyepi Berbarengan, MUI Bali: Kian Pererat Kerukunan Antar Umat
Ia dikenal sebagai sosok yang tenang dan berwibawa, baik sebagai pemimpin maupun sebagai abdi spiritual.
Prosesi adat telah disiapkan, dengan rencana pelebon pada 7 Maret 2026 di Setra Beng.
Masyarakat Gianyar mengenang almarhum sebagai pemimpin yang meninggalkan jejak kebijakan dan kenangan tentang ketegasan yang dibalut kesantunan.
Adik mendiang, Anak Agung Gede Mayun yang juga Wakil Bupati Gianyar mengatakan hampir sebulan terakhir, kondisi kesehatan mendiang menurun.
Yakni, nafsu makan hilang, tubuh melemah, hingga harus menjalani perawatan intensif di RSUD Sanjiwani Gianyar. Sempat membaik dan kembali ke puri, memberi secercah harapan bagi keluarga.
Baca juga: Mangrove di Kawasan Benoa Bali Mati Diduga Akibat Pipa BBM Bocor? Ini Langkah Pertamina Patra Niaga
Tetapi kondisi kembali drop. Hari-hari terakhirnya lebih banyak dilalui dengan selang infus yang setia menetes pelan.
"Beliau selama ini memiliki riwayat penyakit jantung. Beliau sempat membaik dan pulang, tetapi kondisi kembali menurun,” ucapnya.
Bupati Gianyar, I Made Mahayastra juga merasa kehilangan atas meninggalnya mendiang Agung Bharata yang di masa akhir hidupnya bernama Ida Bhagawan Blebar Gianyar itu.
"Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Ida Bhagawan Blebar Gianyar, yang pernah mengemban amanah sebagai Bupati Gianyar periode 2003–2008 dan 2013–2018.
Semasa pengabdian beliau, berbagai karya dan dedikasi telah ditorehkan bagi kemajuan Gianyar.
Pengabdian tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan Gianyar saat ini. Amor ing acintya, dumogi nyujur sunia loka," ujarnya.
"Ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan alam, melalui lantunan doa, karena mengabdi secara fisik saya sudah tidak mampu," ungkap beliau.