Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Alexander Waas resmi terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Provinsi Maluku dalam Temu Karya Karang Taruna Provinsi Maluku yang digelar di Santika Premiere Hotel, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Sabtu (21/2/2026).
Terpilihnya Alexander menjadi momentum baru bagi arah gerak organisasi kepemudaan di Maluku.
Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen menjadikan Karang Taruna bukan sekadar organisasi seremonial, tetapi motor penggerak perubahan sosial dan ekonomi lokal.
Waas mengaku menerima amanah tersebut dengan penuh rasa syukur sekaligus tanggung jawab besar.
“Tanggung jawab ini saya terima dengan penuh rasa syukur. Saya punya cita-cita bahwa Maluku harus maju, harus bisa bersaing, dan menjadi pionir dalam banyak hal yang mungkin belum dimiliki daerah lain,” tegasnya yang akrab di sapa Bung Lex.
Ia menekankan bahwa seluruh potensi di Provinsi Maluku harus diberdayakan maksimal.
Baca juga: Temu Karya Karang Taruna Maluku 2026: PNKT Tegaskan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah
Baca juga: Temu Karya Karang Taruna Maluku: Satukan Gerakan Menuju Indonesia Emas 2045
Setiap program yang dijalankan, kata dia, harus memiliki dampak nyata, baik jangka pendek maupun panjang.
Alexander juga mengingatkan para ketua Karang Taruna kabupaten dan kota agar tidak terjebak dalam rutinitas seremoni.
“Jangan sampai Karang Taruna ini jadi organisasi seremonial. Ramai di temu karya, ramai di raker, tapi tidak ada kerja nyata. Kita harus turun ke lapangan, bantu pemerintah daerah dengan gagasan dan aksi konkret,” ujarnya.
Ia berharap dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, Maluku mengalami lompatan kemajuan berkat kerja kolaboratif seluruh elemen pemuda.
Pesan Nasional dari PNKT: Karang Taruna Harus Jadi Pabrik Pengusaha Muda
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT), Bahtiar Sebayang, memberikan pesan tegas kepada jajaran Karang Taruna Maluku.
Bahtiar menegaskan bahwa Karang Taruna harus menjadi pabrik lahirnya pengusaha-pengusaha muda masa depan.
“Karang Taruna harus memastikan organisasi ini menjadi tempat lahirnya pengusaha-pengusaha keren di masa depan. Kita tidak cukup hanya mencegah anak muda dari narkoba dan kriminalitas. Kita harus memberdayakan dan membuat mereka mandiri,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa secara historis, Karang Taruna dibentuk pemerintah sebagai organisasi pelat merah untuk membina generasi muda di desa agar terhindar dari kriminalitas dan penyalahgunaan narkoba.
Namun kini, peran tersebut harus ditingkatkan.
Menurutnya, Karang Taruna harus masuk ke sektor usaha, industri pangan, hingga perikanan — sektor yang sangat potensial di Maluku.
“Maluku ini kaya. Sektor perikanannya luar biasa. Kalau dikirim 200 kapal besar pun, saya kira tidak akan habis. Potensi ini harus dimanfaatkan agar ekonomi bergerak dan memberi dampak bagi masyarakat,” tegasnya.
Bahtiar juga mendorong agar kekayaan alam di wilayah seperti Kepulauan Aru memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat, termasuk melalui kehadiran kapal-kapal besar yang beroperasi di sana.
Dukung Program Presiden Prabowo untuk Rakyat Kecil
Dalam arahannya, Bahtiar turut mengajak Karang Taruna mendukung penuh agenda kerakyatan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Ia menyebut berbagai program nasional seperti makan bergizi gratis, sekolah rakyat, kampung nelayan, bantuan UMKM, hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai peluang besar yang harus ditangkap Karang Taruna.
“Kalau agenda Presiden tidak kita tangkap, yang rugi kita sendiri. Program-program itu ditujukan agar masyarakat kecil naik kelas — dari kurang menjadi cukup, dari cukup menjadi mandiri, dari mandiri menjadi sejahtera,” katanya.
Di tengah situasi ekonomi global yang menantang dan daya beli yang menurun, Bahtiar menilai Karang Taruna harus hadir sebagai solusi, bukan justru terlibat dalam praktik-praktik negatif seperti penyalahgunaan bantuan sosial atau kepentingan ilegal.
“Kalau ilegal, laporkan. Karang Taruna harus bersih dan bermartabat,” tegasnya.
Konsolidasi dan Soliditas Jadi Kunci
Bahtiar menitipkan pesan khusus kepada Alexander agar memastikan kondisi organisasi di setiap kabupaten dan kota solid dan aktif, baik dalam rapat formal maupun informal.
Ia menegaskan, kepengurusan Karang Taruna bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk kepentingan generasi muda.
“Kita mengurus Karang Taruna bukan untuk kepentingan kita, tapi untuk anak-anak muda. Itu sebabnya kita harus solid,” katanya.
Di akhir kegiatan, PNKT menyampaikan selamat kepada Alexander Waas dan jajaran yang akan segera membentuk kepengurusan baru serta melakukan konsolidasi hingga tingkat kecamatan dan desa.
Dengan kepemimpinan baru ini, Karang Taruna Provinsi Maluku diharapkan menjadi kekuatan strategis dalam mendorong kemandirian pemuda, memperkuat ekonomi daerah, serta berkontribusi nyata menuju visi Indonesia Emas 2045. (*)