BOLASPORT.COM - Porto ikut nimbrung di kasus pelecehan rasialias yang melibatkan playmaker Benfica, Gianluca Prestianni, dan Vinicius Junior dari Real Madrid.
Insiden kelam terjadi saat Benfica menjamu Real Madrid dalam leg pertama play-off babak 16 besar Liga Champions 2025-2026.
Partai di Estadio da Luz pada Selasa (17/2/2026) diwarnai peristiwa dugaan pelecehan rasialis.
Momennya terjadi pada menit ke-51 atau tak lama usai Madrid membuka keunggulan.
Ketika para pemain berkumpul di tengah lapangan untuk memulai lagi pertandingan, Gianluca Prestianni menutupi mulutnya dengan jersey dan berkata sesuatu kepada Vinicius yang baru saja mencetak gol untuk Madrid.
Kemudian sang winger Los Blancos langsung berlari ke arah wasit untuk melaporkan bahwa dirinya mendapat hinaan bernada rasisme.
Sebagai bentuk protes, Vinicius kabur ke bangku cadangan.
Partai sempat berhenti selama 10 menit sebelum dilanjutkan kembali.
Porto pun ikut bergerak guna mendukung korban pelcehan rasialis.
Menurut laporan A Bola, Porto mengirimkan surat kepada Liga Portugal dan Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) terkait kontroversi di Estadio da Luz.
Mereka meminta kedua organisasi tersebut untuk tidak menoleransi kasus semacam ini, serta menanyakan langkah-langkah pencegahan untuk memastikan kasus serupa tidak terjadi lagi.
Dalam suratnya, Porto mendesak pihak liga untuk menyampaikan posisi klub olahraga terhadap rasisme dalam sepak bola.
Mantan tim asuhan Jose Mourinho itu juga meminta federasi agar membantu UEFA secara emaksimal dalam penyelidikan kasus hinaan rasialias terhadap Vinicius.
Prestianni sendiri telah membantah dirinya melakukan pelecehan rasialias kepada Vinicius.
Namun, pernyataan dia bertolak belakang dengan pengakuan bintang Real Madrid, Kylian Mbappe.
"(Prestianni) Memanggil Vinícius monyet lima kali, saya melihatnya," kata sang juara Piala Dunia 2018.
Karena dianggap melontarkan serangan rasis secara verbal, Mbappe meminta kepada UEFA agar Prestianni dihukum dan dilarang tampil di Liga Champions.
Si kapten timnas Prancis merasa playmaker Benfica seharusnya dilarang tampil di Liga Champions karena tindakannya yang kelewatan.
Apalagi aksi pelecehan ini dilakukan ke sesama pesepak bola, yang menurutnya mencederai nilai-nilai sportivitas dalam olahraga.
"Saya tidak bisa membiarkan hal-hal seperti ini berlalu begitu saja," tutur Mbappe.
"Dia (Prestianni) pemain muda, bagaimana bisa kamu mengatakan hal-hal seperti itu di lapangan sepak bola?."
"Kami berencana untuk pergi, itu keputusan tim. Saya tidak tahu apa yang terjadi, lalu kami kembali."
"Orang seperti ini bukan rekan kerja (sesama pesepak bola), dia tidak boleh bermain di Liga Champions lagi,” pungkas Mbappe.
Real Madrid sudah menyerahkan bukti ke UEFA terkait dugaan pelecehan rasialias terhadap Vinicius.
Andai terbukti bersalah Prestianni bisa diganjar hukuman larangan bermain dalam 10 pertandingan.