BANJARMASINPOST.CO.ID - YouTuber Denny Sumargo jadi sorotan saat berbicara dengan pendakwah perempuan cukup tersohor di Indonesia yaitu Mamah Dedeh atau Dedeh Rosidah.
Mama Dedeh memenuhi undangan Densu ke podcast YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo.
Pada percakapan yang terjadi, suami Olivia Allan atau yang lebih akrab disapa Ci Olive tersebut mempertanyakan nasib orang Kristen setelah meninggal dunia akan masuk surga atau mereka.
Nah, ada satu momen di mana Mamah Dedeh memancing Denny Sumargo membaca dua kalimat syahadat.
Reaksi lelaki yang akrab disapa Densu tersebut mencuri perhatian warganet dalam kolom komentar postingan Instagram @sumargodenny.
Berdasarkan pantauan Banjarmasinpost.co.id pada Sabtu (21/2/2026) kala itu Denny Sumargo bertanya akankah ada kemungkinan orang di luar Islam masih bisa masuk ke dalam surga.
Baca juga: Ayah Rojak Hanya Nyengir Disentil Ayu Ting Ting Soal Habiskan Uangnya: Orang Rumah Disuruh Bayar
Lantas Mamah Dedeh menjawab bahwa berdasarkan sabda Rasulullah, dosa orang tersebut tidak akan diampuni kecuali jika bertaubat dan mengucapkan syahadat.
Bahkan, meskipun taubat tersebut dilakukan sesaat sebelum menghembuskan nafas terakhir pun besar kemungkinan diterima Allah SWT.
“Seandainya masih di sini (sebelum gorgoroh/nafas dari tenggorokan) dia sudah bertaubat kemudian dia mengucapkan kalimat syahadat ketika dia meninggal tidak mustahil dia husnul khatimah, “ kata Mamah Dedeh.
Jawaban itu rupanya membuat Densu semakin penasaran dengan statusnya jikalau dia dalam posisi sudah membaca syahadat.
“Itu saya jadi Islam gak kalau saya udah begitu anggaplah saya udah syahadat ya, “ cetus Densu.
“Nah karena Denny sudah mengucapkan itu kemudian Denny berpikir tiada Tuhan selain Allah yang semesta alam mamah doakan semoga Allah berikan hidayah buat Denny, “ ujar Mamah Dedeh.
Lebih dari itu, Densu juga penasaran dengan nasib orang di luar pemeluk agama Islam akan menjadi penghuni surga atau dipastikan masuk ke neraka.
Mamah Dedeh menjawab bahwa hanya Allah yang mengetahui tentang hal itu. Manusia yang rajin beribadah saja belum tentu akan mendapatkan kunci menuju surga.
Ada satu kejadian menarik saat podcast tersebut yang mana Mamah Dedeh memancing Densu untuk membaca syahadat saat podcast berlangsung.
Namun, Densu spontan menolak dan mengatakan agar jangan melakukannya sekarang.
“Gimana kalau misalnya saya tidak masuk Islam sampai saya meninggal akhirnya saya tetap di Kristen ya saya ikut Isa masih bisa gak saya masuk surga nih?, “ kulik Densu.
“Wallahualam itu urusan Allah Den, Mamah aja yang tukang ngomong belum tentu masuk surga tapi kita berusaha masuk surga, “ jawab Mamah.
Di sisi lain, Densu berharap dia bisa masuk surga sama-sama.
Ucapan itu membuat Mamah Dedeh spontan mengulurkan tangan untuk membantu Densu membaca syahadat.
“Nah kalau harapan saya kita bisa masuk surga sama-sama iya kan Insya Allah ibaratnya begitu, “ tutur Densu.
“Syahadat, “ celetuk Mamah Dedeh.
“Eh eh jangan dulu syahadat, “ tolaknya sambil tertawa dan menjauhkan tangannya dari tangan Mamah Dedeh.
Ramai tanggapan warganet dalam kolom komentar postingan Instagram Denny Sumargo demikian.
Bahkan Ustadz Derry Sulaiman ikut memberikan dukungan melalui komentarnya yang memberikan emoji hati pada Densu.
ginaaayoubi: mamah dedeh masyaallah... di berikan Hidayah aamiinnn ya ka @sumargodenny
citradindani: Mamah Dedeh to the point banget : (nyodorin tangan) "Syahadat!"
nanasmuda_14: Bau⊃2; mau login nihh koh deni
rizkyhalal: Bismillah yuk bisa bang..
aa_putra: Ciri" sudah Tau Rules agama ISLAM" Tiada Tuhan Selain Allah SWT" Log in yok Bang @sumargodenny
https://www.instagram.com/reel/DU-rFCREctD/
Mamah Dedeh lahir di Ciamis, 5 Agustus 1951.
Dikutip dari Tribun Wiki, pemilik nama lengkap Dedeh Rosidah ini menghabiskan masa kecil hingga remajanya di kota kelahiran.
Mamah Dedeh merupakan anak seorang mubalig bernama Kiai Haji Sujai.
Diketahui, Mamah Dedeh pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA).
Hal tersebut adalah keinginan dari ayah Mamah Dedeh yang merupakan seorang mubalig.
Di sisi lain, Mamah Dedeh memiliki cita-cita menjadi pelukis.
Akhirnya, Mamah Dedeh melanjutkan pendidikan di Institut Agama Islam Syarief Hidayatullah atau Universitas Islam Negeri demi menuruti keinginan sang ayah.
Saat itu, Mamah Dedeh menempuh pendidikan di Fakultas Tarbiyah (pendidikan).
Kemudian, Mamah Dedeh menikah dengan kakak kelasnya, Syarifuddin.
Saat itu, ia memasuki kuliah tahun ketiga pada 1970.
Setelah lulus, Mamah Dedeh tinggal bersama suami di rumah mertua Tanah Abang, Jakarta dan pindah ke Depok lima tahun kemudian.
Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai empat anak.
Mamah Dedeh rupanya sudah terbiasa untuk berceramah dari satu tempat ke tempat lain sejak masih Sekolah Dasar (SD).
Kebiasaan berceramah tersebut tetap dilakukannya hingga menempuh pendidikan di IAIN Syarief Hidayatullah.
Saat sudah pindah ke Depok, Mamah Dedeh diminta mengisi pengajian di lingkungannya.
Hingga akhirnya, ia juga berceramah dari RW ke RW hingga antar kampung.
Tahun 1994, Mamah Dedeh pun diminta oleh Benyamin Sueb, pemilik Bens Radio untuk mengisi program Ngaji setiap Jumat.
Ia mendapat kesempatan lantaran salah satu anak asuhnya yang bekerja di radio mengusulkan nama Mamah Dedeh pada Benyamin Sueb yang sedang mencari penceramah perempuan.
Mamah Dedeh lalu siaran di Bens Radio dengan ciri khasnya yang ceplas-ceplos.
Program itu pun mendapat respons baik dari penggemar.
Dari situ, Mamah Dedeh diminta mengisi dakwah di Indosiar dengan tajuk 'Mamah dan Aa' pada 2007.
Namanya pun semakin dikenal dan mendapat banyak undangan dari ibu-ibu pengajian hingga pejabat menteri.
Bahkan, ia telah berkeliling ke seluruh kota-kota di Indonesia untuk berdakwah.
Tak hanya memberikan ceramah melalui visual, audio, dan tatap muka, Mamah Dedeh juga berdakwah dengan buku.
Buku pertama yang ia tulis adalah 'Curhat ke Mamah Dedeh: Menuju Keluarga Sakinah'.
Mamah Dedeh semakin eksis di televisi dan dipercaya mengisi beragam program dengan nama berbeda, tetapi dengan nama Mamah.
Beberapa program yang dipandunya adalah Mamah dan Aa, Ceramah (ceria Bersama mamah), Mamah On The Street, Mamah dan Aa Beraksi, serta Hati ke Hati bersama Mamah Dedeh.
(Banjarmasinpost.co.id/Kristin Juli Saputri)