Empat Agenda Strategis Diluncurkan, Bupati SBT Tekankan Sinergi dan Evaluasi Terbuka
Fandi Wattimena February 21, 2026 09:52 PM

 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) meluncurkan empat agenda strategis dalam rangkaian refleksi setahun kinerja pemerintah daerah, Sabtu (21/2/2026).

Diantaranya Launching Kampung Ramadan yang berlokasi di Kawasan Panti Wailola Kota Bula.

Selain sebagai pusat penjualan takjil, kampung ramadan dirancang sebagai wujud komitmen menghadirkan suasana religius sekaligus memperkuat nilai spiritual masyarakat selama Ramadhan.

Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri menyebut program ini menjadi ruang sosialisasi dan edukasi keagamaan, penggerak ekonomi melalui UMKM.

“Kita ingin menyambut bulan suci Ramadan dengan kegiatan yang bermanfaat, bernilai ibadah, serta mampu mempererat tali silaturahim,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga meresmikan seluruh proyek fisik tahun 2025 yang meliputi pembangunan jalan, fasilitas pendidikan, hingga sarana kesehatan.

Fasilitas Kesehatan: Gedung Pustu Lehema, Laboratorium Puskesmas Banggoi, Gedung KRIS RSUD Bula, Gedung Sitotoksik RSUD Bula, dan Gedung Cathlab RSUD Bula.

Fasilitas Olahraga dan Ruang Publik: GOR Bula dan Lapangan Pancasila.

Baca juga: Temu Karya di Ambon Tetapkan Alexander Waas Sebagai Ketua Karang Taruna Maluku

Baca juga: Buang Jaring di Teluk Ambon, La Saru: Labe Banya Dapa Sampah Daripada Ikang

Infrastruktur Penunjang Wilayah: Talud di sejumlah kecamatan serta sejumlah proyek infrastruktur lainnya.

Agenda strategis berikutnya adalah peresmian layanan darurat Call Center 112 di Kabupaten SBT.

Melalui layanan gratis ini, masyarakat dapat melaporkan berbagai kondisi darurat seperti kebakaran, kecelakaan, gangguan ketertiban, bencana alam, maupun situasi mendesak lainnya.

Bupati menekankan kepada seluruh OPD terkait, unsur TNI-Polri, tenaga kesehatan, BPBD, dan Damkar agar memastikan layanan berjalan optimal.

“Jangan sampai layanan ini hanya menjadi simbol, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah daerah juga memperkenalkan Satu Aplikasi Pengaduan Masyarakat (SAGU) sebagai terobosan digital untuk menyerap aspirasi warga secara cepat.

Melalui aplikasi ini, setiap laporan masyarakat akan terdata dan dipantau penyelesaiannya sehingga mendorong birokrasi yang lebih terbuka dan bertanggung jawab.

Fachri menambahkan, capaian yang dipaparkan pemerintah daerah diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus berinovasi dalam melayani masyarakat.

Di sisi lain, Pemkab SBT juga membuka ruang kritik dan masukan. Bahkan, pemerintah akan memilih lima kritik terbaik dari masyarakat untuk diberikan penghargaan sebagai bahan perbaikan kinerja ke depan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.