Kronologi Dua Balita di Ngawi Meninggal Tenggelam Saat Bermain di Sungai Desa Ngale
Cak Sur February 21, 2026 10:32 PM

 

SURYA.CO.ID, NGAWI - Peristiwa memilukan menimpa dua keluarga di Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur (Jatim). Dua balita berinisial A dan M ditemukan meninggal dunia di aliran sungai setempat pada Sabtu (21/2/2026) sore.

Proses evakuasi kedua korban sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial. Isak tangis keluarga pecah saat jenazah kedua bocah tersebut diangkat dari dasar sungai yang keruh.

Kronologi Penemuan Para Korban

Kapolsek Paron, AKP Muh Nur Haris, mengungkapkan bahwa kedua korban yang rumahnya berdekatan itu sempat dilaporkan hilang. Warga dan pihak keluarga telah melakukan pencarian selama beberapa jam, sebelum akhirnya menemukan petunjuk di pinggir sungai.

  • Korban dilaporkan menghilang saat bermain pada Sabtu siang.
  • Pihak keluarga curiga karena kedua bocah tak kunjung pulang ke rumah.
  • Warga menemukan mobil-mobilan dan sandal milik korban di pinggir sungai desa.
  • Pencarian difokuskan ke aliran sungai setelah temuan barang bukti tersebut.

Hasil Olah TKP dan Visum

Setelah menerima laporan, anggota Polsek Paron bersama Tim Inafis Polres Ngawi dan petugas medis segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan identifikasi awal.

"Kedua korban ditemukan di dua titik berbeda dengan jarak sekitar 100 hingga 200 meter. Kondisi sungai memiliki kedalaman setinggi dada orang dewasa," ujar AKP Nur Haris.

Berdasarkan hasil visum luar oleh tim medis dan Inafis, polisi memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kejadian ini murni merupakan kecelakaan akibat tenggelam.

Pihak keluarga menyatakan keberatan untuk dilakukan autopsi, dan telah menerima kejadian ini sebagai musibah. 

Jenazah kedua balita tersebut langsung diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.

Risiko Area Aliran Sungai di Pemukiman

Kasus tenggelamnya balita di saluran irigasi atau sungai kecil di wilayah pedesaan Jawa Timur, termasuk Ngawi, sering kali dipicu oleh kurangnya pengawasan saat anak-anak bermain di luar rumah. 

Aliran sungai di Desa Ngale dikenal memiliki kedalaman yang bervariasi, terutama saat musim hujan atau saat debit air meningkat.

Struktur tepian sungai yang licin dan tanpa pagar pengaman, menjadi faktor risiko utama bagi anak-anak di bawah umur yang belum memiliki kemampuan berenang atau kesadaran akan bahaya air dalam.

Imbauan / Tips

Menanggapi tragedi ini, pihak kepolisian memberikan sejumlah poin penting bagi masyarakat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali:

  • Tingkatkan Pengawasan: Pastikan anak-anak usia balita selalu dalam jangkauan penglihatan saat bermain di luar rumah.
  • Edukasi Bahaya Air: Berikan pemahaman kepada anak sejak dini mengenai bahaya bermain di pinggir sungai atau kolam tanpa pendampingan.
  • Pagar Pengaman: Bagi warga yang rumahnya berbatasan langsung dengan sungai, disarankan membuat pagar pembatas yang cukup tinggi.
  • Cepat Melapor: Jika anak tidak ditemukan dalam waktu 30 menit, segera lapor ke perangkat desa atau pihak berwajib untuk mempercepat pencarian.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.