Ramadan di Griya Cinta Kasih Jombang: 30 ODGJ Jalani Puasa dan Tadarus
Cak Sur February 21, 2026 10:32 PM

 

SURYA.CO.ID, JOMBANG - Suasana Ramadan 2026 di Griya Cinta Kasih (GCK) Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim), tampak berbeda pada Sabtu (21/2/2026). 

Ratusan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang menjalani rehabilitasi di tempat tersebut, tetap beraktivitas secara teratur dengan peningkatan pembinaan rohani.

Meski dikenal sebagai tempat rehabilitasi, tidak semua penghuni di GCK masih dalam kondisi gangguan jiwa berat. Sebagian dari mereka telah dinyatakan sembuh, namun memilih menetap untuk membantu operasional panti serta berinteraksi dengan warga sekitar.

Kegiatan Ibadah ODGJ Selama Ramadan

Seksi Keagamaan GCK, Bimasiatih, menjelaskan bahwa selama bulan suci ini, porsi kegiatan ibadah bagi para penghuni diperbanyak dibandingkan hari biasa. 

Namun, partisipasi dalam ibadah puasa tetap disesuaikan dengan kondisi kesehatan mental masing-masing individu.

  • Sekitar 30 orang dari total 300 penghuni menjalankan ibadah puasa karena kondisinya sudah stabil.
  • Kegiatan harian diisi dengan salat berjamaah lima waktu dan pengajian kisah keutamaan Ramadan setelah asar.
  • Setelah salat tarawih, para penghuni mengikuti tadarus Alquran hingga pukul 23.00 WIB.
  • Pendampingan dilakukan secara intensif tanpa paksaan untuk memastikan ibadah berjalan tertib.

Pendekatan Humanis: Memanusiakan Manusia

Bimasiatih menekankan bahwa kunci utama dalam mendampingi ODGJ adalah pendekatan humanis. Pengelola menerapkan prinsip kasih sayang dalam setiap interaksi agar para penghuni merasa nyaman dan dihargai sebagai manusia.

"Kami berprinsip memanusiakan manusia. Diajak berbicara dengan baik, dirangkul, tidak dibentak. Kalau sudah terbiasa, mereka mudah diajak berinteraksi," ungkap Bimasiatih kepada SURYA.co.id.

Selain rohani, para penghuni juga dilibatkan dalam aktivitas produktif ringan seperti membantu di peternakan. 

Dari sisi medis, petugas rumah sakit rutin melakukan pemeriksaan setiap pekan untuk memantau stabilitas kondisi kesehatan mental penghuni.

Kisah Anang: Merasa Lebih Tenang saat Mengaji

Anang Khoiru Iksan (48), salah satu warga binaan asal Jombang, mengaku sangat antusias mengikuti rangkaian agenda Ramadan di GCK. Selama tiga tahun menjalani pembinaan, ia merasa suasana religius membantunya jauh lebih tenang.

"Ngaji bersama jamaah, lanjut salat Asar. Alhamdulillah bisa ikut puasa juga. Rasanya lebih tenang dan khusyuk," ujar Anang singkat. 

Ia berharap, masa pembinaan ini menjadikannya pribadi yang lebih baik agar kelak bisa kembali berkumpul dengan keluarganya secara harmonis.

Duduk Perkara dan Profil Griya Cinta Kasih Jombang

Yayasan Griya Cinta Kasih (GCK) didirikan pada tahun 2005 oleh Djami'in, seorang mantan mandor bangunan yang tergerak hatinya melihat banyaknya penderita gangguan jiwa yang terlantar di jalanan. Lembaga ini resmi mendapatkan lisensi dari pemerintah pada tahun 2008.

GCK dikenal dengan metodenya yang tanpa kekerasan dan mengutamakan kebebasan (bebas pasung). Hingga saat ini, panti tersebut menampung sekitar 300 pasien dari berbagai latar belakang daerah di Indonesia. Operasional harian GCK masih sangat mengandalkan bantuan sukarela dan donatur, mengingat kebutuhan pangan mencapai 1,5 kuintal beras per hari.

Imbauan dan Tips

Masyarakat diimbau untuk tidak memberikan stigma negatif kepada ODGJ, terutama mereka yang sedang dalam masa pemulihan. Dukungan keluarga dan lingkungan sangat krusial dalam mempercepat proses kesembuhan mental seseorang. 

Bagi keluarga yang memiliki anggota dengan gangguan jiwa, disarankan untuk mencari bantuan ke lembaga rehabilitasi resmi yang mengedepankan prinsip kemanusiaan dan medis, daripada melakukan pemasungan yang melanggar hak asasi manusia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.