Jayapura (ANTARA) - Kapendam XVII Cendrawasih Letkol Inf Tri Purwanto mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu hasil otopsi terhadap jenazah korban penyerangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nabire, Papua Tengah.

"Kami belum bisa memastikan apakah korban anggota TNI AD atau bukan karena masih menunggu hasil otopsi terhadap jenazah," kata Kapendam XVII Cendrawasih Letkol Inf Tri Purwanto kepada ANTARA di Jayapura, Sabtu malam.

Dia mengatakan pihaknya sudah mendapat laporan terkait penyerangan yang dilakukan KKB terhadap pos pengaman kamtibmas di Kampung Biha, Sabtu (21/2) sekitar pukul 13.30 hingga 15.00 WIT hingga menewaskan dua orang

"Pihak aparat hukum telah mendatangi lokasi kejadian, dan memastikan bahwa situasi keamanan di daerah tersebut dalam keadaan kondusif dan aman. Saat ini masih menunggu hasil identifikasi korban," kata Tri Purwanto.

Ketika ditanya apakah ada senjata api organik yang hilang dalam insiden tersebut, Kapendam XVII Cendrawasih mengatakan masih dilakukan pendalaman.

"Saat ini lagi fokus identifikasi korban," kata Tri Purwanto.

Sebelumnya Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu mengatakan KKB pimpinan Aibon Kogoya telah melakukan penyerangan ke pos milik PT Kristalin yang bergerak di bidang pertambangan emas di Nabire.

Dua orang meninggal dalam insiden tersebut, namun belum bisa dipastikan identitas korban karena kondisinya mengenaskan.

"Kedua jenazah sudah berada RSUD Nabire untuk dilakukan otopsi," kata Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu.