Jadwal Imsakiyah Kota Jayapura Minggu, 22 Februari 2026 Besok: Subuh Pukul 04:30 WIT
Facundo Chrysnha Pradipha February 22, 2026 12:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - Simak jadwal imsakiyah lengkap untuk wilayah Kota Jayapura, Provinsi Papua pada Minggu (22/2/2026).

Jadwal imsakiyah memuat waktu-waktu penting dalam menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1447 H/2026, termasuk waktu untuk salat lima waktu; Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya'.

Selain itu, ada waktu untuk terbit matahari dan salat Dhuha.

Ada pula waktu Imsak, yakni penanda waktu antara sahur dan sebelum masuk waktu subuh atau fajar yang berdurasi sekitar 10 menit, di mana umat Muslim yang tengah melaksanakan sahur harus segera menghentikan aktivitas makan dan minumnya karena waktu Subuh sudah dekat dan puasa akan segera dimulai.

Lalu, ada waktu salat Maghrib yang penting sebagai penanda berbuka puasa.

Tak hanya soal waktu Imsak dan berbuka puasa, jadwal imsakiyah sekaligus berfungsi sebagai pengingat jadwal sehingga umat Muslim dapat lebih disiplin dalam menjalankan ibadah harian selama Ramadan.

Adapun pemerintah RI telah menetapkan 1 Ramadan 2026/1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026).

Di Indonesia yang terbagi atas tiga zona waktu yang berbeda, masing-masing kota besar memiliki jadwal imsakiyah yang berbeda-beda pula, termasuk Kota Jayapura yang berada di zona Waktu Indonesia Timur (WIT).

Berikut ini, jadwal salat dan imsakiyah khusus Kota Jayapura, Provinsi Papua untuk Minggu, 22 Februari 2026 atau 4 Ramadan 1447 H, sebagaimana dikutip dari Ramadan Kebaikan Melokal.

JADWAL IMSAKIYAH KOTA JAYAPURA MINGGU, 22 FEBRUARI 2026

Imsak: 04:20 WIT
Subuh: 04:30 WIT
Terbit: 05:42 WIT
Dhuha: 06:10 WIT
Dzuhur: 11:54 WIT
Ashar: 15:07 WIT
Maghrib: 17:59 WIT
Isya': 19:08 WIT

Baca juga: Amalan Sunnah Ketika Berbuka Puasa dan Sahur, Lengkap dengan Keutamaan dan Syarat Sah Berpuasa

Bacaan Niat Puasa Ramadan

Dalam menjalankan ibadah puasa, salah satu rukun yang wajib dilaksanakan setiap umat Muslim adalah membaca niat.

Puasa Ramadhan, sebagai salah satu rukun Islam, tidak hanya sekadar menahan diri dari lapar dan dahaga.

Keberkahan dan nilai ibadah puasa juga sangat ditentukan oleh ketulusan serta keikhlasan niat.

Oleh sebab itu, memahami dan membenahi niat merupakan fondasi utama untuk memperoleh hikmah spiritual serta ganjaran yang dijanjikan.

Namun perlu dicatat, sebagaimana dikutip dari laman mui.or.id, ada sedikit perbedaan pada tata cara niat untuk puasa wajib dan puasa sunnah.

Untuk puasa wajib, seperti puasa Ramadan, puasa qada, dan puasa nazar, maka seseorang harus berniat di malam hari sebelum terbit fajar.

Sementara, aturan niat untuk puasa sunnah lebih longgar; seseorang boleh baru berniat di siang harinya.

Lebih lanjut untuk puasa Ramadan, ada perbedaan kecil pula antara Mazhab Syafi'i dan Mazhab Maliki.

Pada Mazhab Syafi’i, niat puasa harus dilakukan setiap hari pada malam Ramadhan. Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam karyanya, Hasyiyatul Iqna’, menjelaskan sebagai berikut:

ويشترط لفرض الصوم من رمضان أو غيره كقضاء أو نذر التبييت وهو إيقاع النية ليلا لقوله صلى الله عليه وسلم: من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له. ولا بد من التبييت لكل يوم لظاهر الخبر

“Disyaratkan berniat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW, ‘Siapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.’ Karenanya, harus niat puasa di setiap hari (bulan Ramadan) jika melihat redaksi zahir hadits.” (Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Iqna’, juz 2)

Sementara, menurut Mazhab Maliki, umat Muslim sudah cukup membaca niat puasa untuk sebulan penuh pada malam pertama Ramadan.

Sehingga, tidak perlu memperbarui niat di setiap harinya, dengan alasan puasa Ramadhan itu merupakan satu kesatuan ibadah. (Yusuf Al-Qaradlawi, Fiqh al-Shiyam, hal. 84)

Maka dari itu, sebagai bentuk kehati-hatian dan antisipasi jika kita lupa atau ketiduran, kita boleh mengikuti pendapat Imam Malik untuk berniat sebulan penuh.

Di sisi lain, sebagaimana pendapat Mazhab Syafi'i, umat Muslim harus membiasakan diri untuk rutin membaca niat puasa di setiap malam bulan Ramadan, biasanya setiap selesai shalat tarawih atau ketika makan sahur.

Berikut dua macam bacaan niat puasa Ramadan, yakni niat puasa untuk esok hari dan niat puasa untuk satu bulan penuh:

Niat Puasa Esok Hari

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala”

Niat Puasa untuk Satu Bulan Penuh

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta’ala.” (Shafira Amalia, ed: Nashih)

(Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.