TRIBUN-BALI.COM - Dari rumah kosong warisan kakek, Pondok Umapadi disulap menjadi tempat makan unik yang mengusung konsep tradisional.
Menyuguhkan menu makanan tradisional dengan konsep rumah klasik, tempat makan ini dibangun oleh seorang gadis yang merupakan Owner Pondok Umapadi, Desak Ariani.
"Pondok Umapadi merupakan tempat makan unik yang berlokasi di Desa Peninjoan, Tembuku, Bangli. Awalnya tempat makan ini merupakan rumah kosong sepeninggal kakek," kata mantan wartawan ini kepada Tribun Bali.
Pondok Umapadi, kata Desak Ariani, awalnya membuat konten di lahan ini untuk media sosial. Awalnya, sepeninggal kakeknya rumah dan lahan itu kosong.
Kemudian desak diminta merawat rumah it, seperti menghidupkan lampu di malam hari, bersih - bersih rumah, hingga memberikan makan hewan peliharaan seperti ayam dan burung.
Desak Ariani kemudian rutin membagikan kesehariannya, melalui media sosial Tiktok, dan videonya viral bahkan banyak akun yang merepost.
Baca juga: Bali Magnet Dunia, Se’Indonesia ekspansi di Dalung, Buka 24 Jam Hadirkan Kuliner Halal dan Enak
Baca juga: Target 5.000 Broker Atau Agen Properti di Indonesia Telah Tersertifikasi pada Oktober 2026
Dari sanalah, ia semangat untuk membagikan semua aktivitasnya secara rutin di media sosial Tiktok. Banyak netizen yang merespon positif bahkan ingin mengunjungi rumah pondok ini.
Namun, Desak memilih untuk tetap merekam kesehariannya dan membagikannya di Tiktok seperti menanam bunga, memasak, ia bagikan secara rutin.
Berjalan sekitar 6 bulan lamanya, videonya makin ramai dan semakin banyak orang yang ingin berkunjung ke rumah pondok.
Akhirnya setelah satu tahun berjalan, Desak Ariani memberanikan diri membuka rumah pondoknya untuk umum dan menyuguhkan ragam menu tradisional.
Menu andalan yang disediakan yakni lak-lak Umapadi yang terbuat dari campuran santan dan daun suji. Selain itu ada nasi sela lengkap dengan lauk pindang, sayur paku urab, sambal kecombrang dan menu penunjang lainnya.
Sebagian besar bahan bahan ia petik dari kebun belakang rumah. Seperti sayur paku, bunga kecombrang, kelapa. Jadi, modal yang dikeluarkan menjadi lebih minim.
Selain dua menu andalan juga ada menu lain seperti tipat cantok, tipat kare ayam, pisang goreng, dan aneka minuman dingin dan hangat. Harganya sangat terjangkau mulai Rp3 ribu hingga Rp15 ribuan.
Nama pondok Umapadi ini diambil dari pengalaman yang sudah ada dari jaman dahulu, karena di tempat ini merupakan tempat warga bertani padi gogo. Sekarang sudah berubah menjadi kebun durian.
Selain menyajikan menu khas tradisional, hal menarik dari pondok Umapadi adalah bangunan kuno seperti bale daja yang masih berdiri kokoh dari tahun 1958. Begitu juga dengan penunggu karang terbuat dari batu yang diambil dari Tukad di sekitar rumah.
Pondok Umapadi buka setiap hari Sabtu dan Minggu, ke depannya juga akan ada inovasi dengan membuka setiap hari.
Pondok Umapadi juga menggandeng warga sekitar yang menaruh sayur-sayuran untuk dijual. Semoga nantinya pondok Umapadi bisa semakin berkembang dan memberi dampak positif bagi warga sekitar. (*)