Detik-detik 3 Gadis Tewas Tertabrak Kereta Saat Swafoto, KAI Ingatkan Warga
Noval Andriansyah February 21, 2026 11:19 PM

Tribunlampung.co.id, Batang - Detik-detik 3 gadis tewas tertabrak kereta api saat sedang swafoto di sekitar jalur kereta GOR Sarengat Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (21/2/2026). Ketiganya adalah IS (15), D (15), dan G (15), warga Kelurahan Kasepihan, Kecamatan Batang.

Ketiga gadis belia tersebut meninggal di lokasi kejadian akibat tabrakan yang cukup keras dialami mereka.

Swafoto adalah padanan kata dalam bahasa Indonesia untuk selfie, yaitu foto diri sendiri yang diambil menggunakan kamera ponsel atau perangkat lain, biasanya dengan memegang kamera sendiri.

Dikutip Tribunlampung.co.id dari TribunJateng.com, Manajer Hubungan Masyarakat PT KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengonfirmasi kabar tersebut.

Baca juga: 3 Gadis Remaja Tertabrak Kereta Api saat Sedang Selfie, Tewas di Tempat

Pihaknya menyampaikan duka cita mendalam dan keprihatinan atas kecelakaan yang menelan korban jiwa itu.

"KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan kejadian ini," ujarnya.

Lebih lanjut Luqman menuturkan insiden tersebut mengakibatkan KA Argo Merbabu sempat berhenti luar biasa untuk pemeriksaan kondisi sarana.

Seusai dinyatakan aman oleh awak sarana perkeretaapian, kereta kembali berangkat dari lokasi.

Atas kejadian itu, KAI Daop 4 Semarang kembali mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di jalur kereta api sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

"Tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa rel kereta bukan tempat bermain, apalagi lokasi swafoto," ujarnya, dikutip tribunjateng.com dari kompas.tv.

Sementara itu, penjaga pos perlintasan sebidang GOR Sarengat, Batang, Ramelan mengatakan di sepanjang lokasi menyimpan risiko besar karena kereta api melaju dengan kecepatan tinggi dan sering tanpa suara klakson panjang.

Pihaknya berharap orang tua turut mengingatkan anak-anak agar menjauhi rel KA, agar kejadian tersebut tidak terulang kembali di masa mendatang.

Ibu-Anak Tertabrak Kereta Api

Kasus lain, ibu dan anak meninggal dunia dalam kecelakaan sepeda motor Honda Vario 125 bernomor polisi G 4314 BT dengan Kereta Api (KA) Harina relasi Bandung-Surabaya Pasarturi.

Peristiwa terjadi di KM 98+300 lintasan antara Stasiun Sragi dan Stasiun Pekalongan, Senin (29/12/2025) sore.

Korban yang meninggal bernama Muji Rahayu Slamet (35), warga Dukuh Kendayaan, Desa Tengengwetan, Kecamatan Siwalan, bersama dua anaknya, Agung Januar Putra (11) dan Ajeng (7).

Melansir Tribun Jateng, Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 15.15 WIB saat wilayah setempat diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Ketiga korban diketahui melintasi jalur rel menggunakan sepeda motor Honda Vario 125 bernomor polisi G 4314 BT dari arah selatan menuju utara.

Berdasarkan informasi kepolisian, jarak pandang yang terbatas akibat hujan deras diduga membuat pengendara tidak menyadari adanya kereta api yang melaju.

Akibatnya, sepeda motor langsung tertabrak hingga para korban terpental dari kendaraan.

Kapolsek Sragi, AKP Turkhan, membenarkan kejadian kecelakaan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kondisi cuaca buruk saat itu sangat mempengaruhi visibilitas di sekitar jalur rel, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

"Pada saat kejadian hujan lebat sehingga jarak pandang terbatas.

Korban melintas,, di jalur rel dan tidak mengetahui adanya kereta api yang melintas, hingga sepeda motor tertampar kereta dan ketiga korban terpental," ujar AKP Turkhan.

Ketiga korban masing-masing bernama Muji Rahayu Slamet (35), warga Dukuh Kendayaan, Desa Tengengwetan, Kecamatan Siwalan, bersama dua anaknya, Agung Januar Putra (11) dan Ajeng (7).

Seluruh korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat mengalami luka berat.

Hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan bahwa titik awal benturan berada sekitar 30 meter dari posisi sepeda motor ditemukan.

"Sementara posisi para korban ditemukan terpisah di sisi timur motor dengan jarak antara 6 hingga 8 meter, seluruhnya dalam posisi terkurap," ucapnya.

Petugas Polsek Sragi yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan, olah TKP, serta koordinasi dengan pihak terkait. Selanjutnya, ketiga korban dievakuasi ke RSUD Kraton untuk penanganan lebih lanjut.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur perlintasan kereta api, terutama saat kondisi cuaca buruk.

"Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada, memastikan kondisi aman, dan memperhatikan lingkungan sekitar sebelum melintas di jalur rel agar kejadian serupa tidak terulang," pungkas AKP Turkhan.

Akibat kejadian tersebut, perjalanan KA Harina sempat berhenti untuk pemeriksaan sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan, bahwa kejadian terjadi sekitar pukul 15.14 WIB saat KA Harina melintas di lokasi kejadian.

"KAI Daop 4 turut prihatin atas kejadian ini. Korban selanjutnya dievakuasi oleh Unit Pengamanan dan ditangani oleh Polsek Sragi," ujar Luqman saat dihubungi Tribunjateng.com.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.