TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Halaman barat GOR Lembupeteng Tulungagung, Jalan Soekarno-Hatta berubah menjadi pasar takjil selama Bulan Ramadan 2026.
Sebanyak 350 pedagang makanan dan minuman bersatu dalam Savana, kependekan dari Sentra Aneka Variasi Takjil Nusantara.
Mayoritas berasal dari pedagang yang selama ini ada di area car free day (CFD) setiap hari Minggu di sekitar alun-alun, ditambah pedagang di luar CFD.
“Semua terdata, kami jualan bersama-sama di sini. Tujuannya biar tidak liar, tidak jualan di trotoar jalan,” ujar Koordinator Savana, Haris Mukti Ansori.
Savana dibuka di hari kedua puasa, Kamis (20/22/2026), sementara di hari pertama puasa ditandai dengan bagi takjil bersama.
Setiap pedagang diminta 20 paket makanan sesuai dagangan masing-masing, untuk dibagikan gratis ke masyarakat.
Gelaran Savana kali ini adalah tahun ke-2, sementara tahun pertama di Anjungan Kali Ngrowo, Jalan WR Supratman Tulungagung.
“Tahun lalu kami difasilitasi di jalan raya sehingga sedikit banyak menyebabkan macet. Jadi tahun ini kami pindahkan, karena kasihan yang terganggu,” ucap Haris.
Baca juga: Diterpa Efisiensi Rp 265 Miliar dan Kerusuhan, Bupati Kediri Mas Dhito Tetap Genjot Layanan Publik
Untuk ikut Savana ini, setiap pedagang diberlakukan sewa Rp 200.000 dan Rp 300.000 per bulan.
Besaran sewa tidak sama, menyesuaikan dengan kondisi masing-masing pedagang makanan.
Dari sisi fasilitas tempat, Haris menilai sudah sangat representatif untuk para pedagang.
“Lokasinya sudah sangat bagus, yang penting bagi kami tetap bisa jualan. Kami butuh wadah supaya nanti bisa lebaran,” ucap Haris berseloroh.
Savana rencananya akan berakhir pada 18 Maret 2026.
Setiap sore warga yang mencari takjil maupun menu buka puasa memadati area Savana.
Area jualan dibuat berjejer kanan kiri, sehingga memudahkan calon pembeli untuk memilih makanan yang diinginkan.
Para pembeli berjubel, karena banyaknya pengunjung yang menyiapkan buka puasa.
Meski demikian, Haris menilai pengunjung belum maksimal, karena mungkin baru dibuka serta belum banyak yang tahu.
“Kalau sekarang setidaknya semua laku. Tapi pembeli masih belum maksimal,” pungkasnya.
Pengamatan di lokasi, makanan yang disajikan sangat beragam, mulai jalanan sampai kebutuhan lauk pauk.
Demikian juga aneka jenis minuman juga banyak jenisnya, hingga membuat bingung calon membeli untuk memilih.
Zulkarnain, salah satu pengunjung mengatakan, lebih baik sebelum datang ke Savana sudah punya gambaran makanan apa yang akan dibeli.
Sebab jika belum punya gambaran, sesampai di lokasi pasti bingung untuk memilih semua makanan yang dijual sangat menggoda.
“Bingung kalau harus memilih, semuanya enak-enak. Makanya tetapkan pilihan, jangan tergoda sama yang lain,” katanya sambil tertawa.
(David Yohanes/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik